Liputan6.com, Jakarta - Paul Scholes kembali menyita perhatian lewat komentarnya sebagai pundit setelah pensiun pada 2013. Legenda lini tengah Manchester United itu kali ini mengungkap daftar pemain yang sebaiknya dilepas klub pada bursa transfer musim panas.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam podcast The Good, The Bad & The Football. Seperti biasa, pandangan Scholes memancing perdebatan karena dinilai cukup berani dan kontroversial.
Advertisement
Manchester United sendiri menjalani musim yang naik turun dengan berbagai dinamika. Namun, perubahan signifikan mulai terlihat sejak Michael Carrick mengambil alih posisi pelatih dari Ruben Amorim pada Januari lalu.
Dari sisi performa dan hasil, Setan Merah menunjukkan peningkatan yang cukup konsisten. Hal ini berdampak langsung pada posisi mereka di klasemen sementara Premier League.
Saat ini, Manchester United menempati peringkat ketiga dengan tujuh pertandingan tersisa. Posisi tersebut membuka peluang besar bagi mereka untuk mengamankan tiket Liga Champions musim 2026-27.
Meski begitu, Scholes menilai skuad yang ada masih belum cukup kuat untuk bersaing dalam perebutan gelar. Ia pun menyarankan klub melakukan perombakan dengan menjual sejumlah pemain demi meningkatkan kualitas tim.
1. Noussair Mazraoui
Noussair Mazraoui sempat tampil cukup solid sejak direkrut dari Bayern Munchen pada 2024. Namun, perubahan arah tim membuat perannya kini mulai dipertanyakan di skuad Manchester United.
Kepergian Ruben Amorim turut memengaruhi posisi pemain asal Maroko tersebut dalam sistem permainan. Tanpa skema yang mendukung, Mazraoui dinilai sudah tidak lagi menjadi bagian penting dalam rencana tim.
Ia mengatakan: “Jual. Saya tidak tahu dia cocok di posisi mana. Dia sering dimainkan sebagai bek tengah sisi kanan dan sekarang mereka tidak lagi memakai tiga bek tengah. Jika masih memakai tiga bek tengah, mungkin dia jadi salah satu dari lima atau enam opsi, tapi saya rasa ini saat yang tepat untuk melepasnya.”
2. Harry Maguire
Harry Maguire layak mendapat apresiasi atas kebangkitannya setelah sempat dihujani kritik tajam dan kehilangan ban kapten di Manchester United. Meski begitu, posisinya tetap belum sepenuhnya aman dalam rencana jangka panjang tim.