Kepala Badan Pengawas Nuklir PBB Peringatkan Bahaya Serangan di Sekitar PLTN Bushehr Iran

Menurut IAEA, PLTN Bushehr, yang dibangun dengan bantuan Rusia, merupakan satu-satunya reaktor nuklir yang saat ini beroperasi di Iran.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 07 April 2026, 16:04 WIB
Bendera Iran berkibar di depan gedung reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, yang terletak di luar kota Bushehr, Iran selatan, pada 21 Agustus 2010. (Dok. Vahid Salemi/AP)

Liputan6.com, Teheran - Kepala badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa Rafael Grossi memperingatkan bahwa serangan di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran menimbulkan bahaya nyata terhadap keselamatan nuklir dan harus dihentikan.

Fasilitas yang berada di wilayah selatan Iran tersebut dilengkapi dengan reaktor berkapasitas 1.000 megawatt. Sejak dimulainya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, lokasi ini telah menjadi sasaran serangan sebanyak empat kali. Serangan terbaru dilaporkan oleh media pemerintah Iran pada Sabtu (4/4/2026).

"Serangan di dekat fasilitas yang sedang beroperasi itu dapat menyebabkan kecelakaan radiologis yang parah dengan konsekuensi berbahaya bagi manusia dan lingkungan di Iran maupun di luar," kata Direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi di X pada hari Senin (6/4).

Ia menegaskan, dampak kecelakaan tersebut dapat membahayakan manusia dan lingkungan, tidak hanya di Iran tetapi juga di wilayah lain.

IAEA telah menganalisis citra satelit lokasi tersebut dan mengonfirmasi adanya dampak dari serangan terbaru. Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir itu tidak mengalami kerusakan.

Grossi menambahkan, salah satu serangan terjadi hanya sekitar 75 meter dari perimeter fasilitas.

"Fasilitas nuklir dan area di sekitarnya tidak boleh pernah diserang," ujar Grossi.

Media pemerintah Rusia melaporkan sebanyak 198 pekerja di fasilitas PLTN Bushehr telah dievakuasi segera setelah serangan terbaru, sementara sekitar 100 staf asal Rusia dilaporkan masih berada di lokasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya