7 April 1968: Legenda F1 Jim Clark Tewas dalam Kecelakaan Tragis di Hockenheim

7 April 1968 menjadi hari duka bagi dunia balap setelah pembalap legendaris Jim Clark meninggal dunia dalam kecelakaan.

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 07 April 2026, 06:00 WIB
Pembalap Aston Martin, Lance Stroll, melompat keluar dari mobilnya setelah mengalami kecelakaan dalam sesi kualifikasi Formula One Grand Prix Singapore 2023 yang berlangsung di Marina Bay Street Circuit, Singapura, Sabtu (16/9/2023). (AFP/Lillian Suwanrumpha)

Liputan6.com, Berlin - Dunia balap berduka. Pembalap legendaris Jim Clark meninggal dunia dalam kecelakaan fatal saat mengikuti ajang Formula Dua di Hockenheimring, Jerman, pada 7 April 1968.

Clark, yang saat itu berusia 32 tahun, kehilangan kendali atas mobil Lotus-Cosworth miliknya ketika melaju dengan kecepatan tinggi, sekitar 170 mil per jam atau 274 kilometer per jam. Mobilnya keluar dari lintasan, terguling, dan menghantam pohon di area terpencil sirkuit.

Juara dunia Formula Satu dua kali itu mengalami cedera parah, termasuk patah leher dan retak tengkorak. Ia dinyatakan meninggal sebelum sempat tiba di rumah sakit, dikutip dari laman BBC, Selasa (7/4/2026).

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan belum dapat dipastikan. Sejumlah pihak menduga adanya masalah teknis pada sistem kemudi atau suspensi gandar belakang. Meski lintasan sempat diguyur hujan sebelum balapan, kondisi tersebut tidak diyakini menjadi faktor utama insiden.

Kecelakaan tragis itu disaksikan langsung oleh seorang marshal lintasan. Ia menggambarkan kejadian berlangsung sangat cepat, saat mobil Clark tiba-tiba tergelincir ke kiri, keluar jalur, dan menghantam pohon dengan keras hingga hancur berkeping-keping.

Sekitar 80.000 penonton yang memadati sirkuit baru mengetahui kabar tersebut dua jam kemudian melalui pengeras suara. Suasana berubah hening ketika mereka berdiri memberikan penghormatan terakhir.

Kepergian Clark meninggalkan duka mendalam di kalangan pembalap. Graham Hill menyebut kematian rekannya itu sebagai kehilangan besar bagi dunia balap.

“Ini meninggalkan kekosongan yang sangat besar. Bagi saya dan banyak orang lainnya, ini adalah kehilangan seorang teman,” ujarnya.

Sementara itu, Jackie Stewart menilai insiden tersebut sebagai salah satu tragedi terbesar dalam sejarah motorsport.

“Jimmy bukan hanya pembalap hebat, tetapi juga sosok yang dihormati dan dicintai, bahkan oleh para rivalnya,” kata Stewart.

Jenazah Clark dijadwalkan dipulangkan ke Skotlandia untuk dimakamkan di Chirnside, dekat kampung halamannya. Kepergiannya menandai salah satu hari paling kelam dalam sejarah balap dunia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya