Cole Palmer Bangkit dari Cedera, Siap Pimpin Chelsea ke Liga Champions

Dihantui cedera sepanjang musim, Cole Palmer mengaku kini mulai menemukan kembali performa terbaiknya bersama Chelsea.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 06 April 2026, 14:29 WIB
Aksi Cole Palmer dalam laga Chelsea vs Port Vale di FA Cup 2025/2026, Sabtu (4/4/2026). (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta - Gelandang muda Cole Palmer akhirnya buka suara terkait musim sulit yang ia jalani bersama Chelsea dan Timnas Inggris. Dihantui cedera sepanjang musim, Palmer mengaku kini mulai menemukan kembali performa terbaiknya.

Pemain berusia 23 tahun itu tercatat absen dalam 25 pertandingan musim ini akibat berbagai masalah kebugaran, terutama cedera pangkal paha yang kerap kambuh. Kondisi tersebut bahkan membuatnya tidak bisa tampil maksimal saat berada di lapangan.

Namun, momen kebangkitan mulai terlihat ketika Palmer dipercaya mengenakan ban kapten saat Chelsea melumat Port Vale dengan skor telak 7-0 pada perempat final FA Cup. Dalam laga tersebut, Palmer tak hanya memimpin tim, tetapi juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan.

“Rasanya luar biasa. Sudah lama menunggu momen ini, dan akhirnya terjadi. Menjadi kapten adalah kebanggaan besar, saya sangat menikmatinya,” ujar Palmer. Ia juga menambahkan bahwa kondisinya kini jauh lebih baik.

“Saya merasa sudah melewati masa sulit. Sekarang saya bisa menembak lagi dan melakukan semuanya dengan normal. Tinggal melanjutkan performa saja,” lanjutnya.

Penurunan performa Palmer musim ini memang tak lepas dari cedera yang menghambatnya. Ia baru mencetak 10 gol di semua kompetisi, jauh menurun dibanding musim debutnya di Stamford Bridge yang mencapai 25 gol, serta 18 gol pada musim berikutnya.


Alasan Palmer Jadi Kapten

Ekspresi Cole Palmer dalam laga Chelsea vs PSG di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (AP Photo/Kin Cheung)

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mengambil langkah hati-hati dengan memberikan waktu istirahat lebih kepada Palmer sejak kedatangannya. Strategi tersebut dilakukan demi memulihkan kondisi sang pemain secara menyeluruh.

Kepercayaan Rosenior kepada Palmer juga terlihat dari keputusan menunjuknya sebagai kapten. Menurutnya, peran tersebut merupakan langkah alami dalam perkembangan karier sang pemain.

“Cole menunjukkan kepemimpinan dengan caranya sendiri. Dia berani mengambil bola, tidak takut melakukan kesalahan, dan selalu mencoba lagi dengan sikap positif. Itu mencerminkan karakter tim yang saya inginkan,” ujar Rosenior.


Fokus ke Piala Dunia 2026

Pemain Chelsea Cole Palmer berdiri di lapangan pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Chelsea di Manchester, Inggris, Minggu, 4 Januari 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Kini, Palmer diharapkan dapat menjaga kebugarannya hingga akhir musim. Chelsea sendiri tengah berjuang mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Klub asal London Barat itu saat ini berada di peringkat keenam Premier League, hanya terpaut satu poin dari posisi lima besar yang berpotensi menjadi batas akhir zona Liga Champions.

Selain fokus di level klub, Palmer juga harus mempersiapkan diri untuk ajang Piala Dunia 2026. Ia sempat tampil dalam laga uji coba Inggris pada akhir Maret lalu, termasuk saat menghadapi Jepang, meski harus menelan kekalahan tipis 0-1.

Jika mampu menjaga konsistensi dan bebas dari cedera, Palmer berpeluang kembali menjadi salah satu pemain kunci, baik bagi Chelsea maupun timnas Inggris di pentas internasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya