Tiktok Terbanyak Memuat Konten Disinformasi, Topik Kesehatan Teratas

TikTok menjadi platform media sosial yang paling banyak memuat konten disinformasi, bagaimana platform lain?

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 06 April 2026, 19:00 WIB
TikTok menjadi platform media sosial yang paling banyak memuat konten disinformasi. (Liputan6.com/Iskandar)

Liputan6.com, Jakarta - Studi dari Science Feedback mengungkap Tiktok sebagai platform media sosial yang paling banyak memuat konten disinformasi dibanding platform lainnya. Studi juga mengungkap hoaks memakai AI semakin meningkat setiap tahunnya.

Studi dilakukan Science Feedback di empat negara yakni Prancis, Polandia, Slovakia dan Spanyol. Studi juga dilakukan pada konten yang diunggah di enam platform media sosial terkemuka yakni Facebook, Instagram, Linkedin, Tiktok, X, dan Youtube.

Studi ini disusun bekerja sama dengan organisasi pemeriksa fakta Newtral, Demagog SK, Pravda, dan Check First.

Dalam studi terungkap bahwa satu dari empat sampel di Tiktok memuat konten yang menyesatkan, terbesar dari platform lainnya. Sementara platform lain seperti Facebook, Youtube dan X, konten disinformasinya juga lebih meningkat ketimbang studi sebelumnya.

Para peneliti meneliti disinformasi dalam lima topik berbeda; perang di Ukraina, kesehatan, perubahan iklim, migrasi dan politik nasional. Konten disinformasi terkait kesehatan menjadi yang terbanyak ditemukan dalam studi ini.

Di sisi lain, studi juga mengungkap konten yang dihasilkan AI menyumbang sekitar seperempat dari semua disinformasi yang teridentifikasi di TikTok (24%),dan sekitar seperlima di YouTube (19%).

Beberapa platform sebenarnya memiliki kebijakan sendiri untuk memberi label pada konten yang dihasilkan AI. Tetapi sebagian besar video sintetis yang diteliti oleh para peneliti tidak memiliki label tersebut.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya