Sampah Masih Menumpuk di Pasar Kramat Jati, Pramono Targetkan Bersih dalam 7-8 Hari

Tumpukan sampah di Pasar Kramat Jati imbas longsor yang terjadi di salah satu zona tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 06 April 2026, 12:42 WIB
Personel dan armada truk dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengangkut tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan timbunan sampah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) usai Lebaran hingga kini masih menumpuk. Dia menargetkan tumpukan sampah akan selesai ditangani dalam waktu sepekan.

Hal ini juga turut disampaikan secara langsung oleh Pramono di hadapan Direktur Utama (Dirut) Pasar Jaya, Agus Hilmawan.

"Mengenai penanganan sampah yang ada di Kramat Jati, mudah-mudahan 7-8 hari lagi selesai," kata Pramono usai groundbreaking revitalisasi Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Pramono menjelaskan tumpukan sampah di Pasar Kramat Jati imbas longsor yang terjadi di salah satu zona tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

"Sekarang ini sedang ditangani, memang akibat dampak dari zona 4A di Bantar Gebang yang kemudian rentetannya terjadi sampai dengan hari ini, dan itulah yang terjadi dan kami," jelas dia.

Pramono juga meminta agar Dirut Pasar Jaya menjadikan persoalan tumpukan sampah di Pasar Kramat Jati sebagai prioritas yang harus diutamakan untuk segera ditangani.

"Saya sudah meminta kepada Dirut Pasar Jaya untuk segera yang di Kramat Jati diselesaikan," kata Pramono.

Pemprov DKI Tambah 20 Unit Truk Atasi Sampah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah 20 unit truk pengangkut sampah untuk mengatasi penumpukan yang masih terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim). Pramono mengatakan, penambahan armada difokuskan untuk mempercepat penguraian tumpukan sampah yang mengganggu aktivitas warga.

"Yang di Kramat Jati kemarin secara khusus kami tambah 20 truk baru untuk mengurangi itu," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, melansir Antara, Rabu (1/4/2026).

Dia mengakui, penanganan sampah di Jakarta memang belum sepenuhnya tuntas dan masih terdapat sejumlah lokasi yang mengalami penumpukan. Namun, sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) kini sudah mulai berkurang.

Pramono menyebut, penumpukan sampah di Jakarta terjadi setelah aktivitas di TPST Bantargebang dibatasi akibat longsor beberapa waktu lalu.

"Akibat kejadian itu, pengiriman sampah ke lokasi tersebut sempat dihentikan sementara," jelas Pramono.

Sebelumnya, sebagian warga di sekitar TPS Pasar Induk Kramat Jati mengaku khawatir adanya potensi banjir akibat robohnya tembok pembatas di lokasi tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya