Penambang Bitcoin MARA Memangkas 15% Karyawan Usai Jual BTC

MARA menyatakan fokus pada pelaksanaan evolusi strategis dari perusahaan penambang bitcoin menjadi perusahaan energi dan infrastruktur digital.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 06 April 2026, 11:00 WIB
Perusahaan penambang bitcoin yang tercatat di bursa saham MARA telah memangkas jumlah karyawannya. Ilustrasi: Bitcoin

 

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan penambang bitcoin yang tercatat di bursa saham MARA telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan sebesar 15%. Hal ini dilakukan setelah jual kripto utama senilai USD 1,1 miliar atau Rp 18,69 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.990).

Mengutip yahoo finance, Senin (6/4/2026), menurut sumber, publikasi itu melaporkan pemangkasan tersebut berdampak pada karyawan tetap di berbagai departemen dan mungkin juga berdampak pada kontraktor perusahaan.

“MARA tetap fokus pada pelaksanaan evolusi strategis dari perusahaan penambang bitcoin murni menjadi perusahaan energi dan infrastruktur digital,” ujar juru bicara MARA kepada Decrypt.

“Seiring perkembangan perusahaan kami, demikian pula operasi kami dan di mana kami memfokuskan sumber daya kami. Dengan mengingat hal ini, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan kami yang lebih luas, kami membuat keputusan yang sulit namun perlu untuk mengurangi tim kami sekitar 15%,” mereka menambahkan.

Menurut memo internal yang ditinjau oleh Blockspace, CEO perusahaan, Fred Thiel, mengindikasikan bahwa keputusan tersebut bukan “semata-mata keputusan finansial, ini adalah keputusan strategis.”

“Seperti yang telah kami sampaikan melalui pengumuman terbaru kami dengan Starwood dan Exaion, kami memfokuskan perusahaan ke arah yang baru,” ujar dia.

“Itu berarti bentuk tim kami perlu berubah seiring dengan perubahan tersebut.”

 

Komentar Thiel yang dilaporkan merujuk pada perubahan strategis perusahaan ke pusat data AI dan pemberdayaan komputasi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, mencatat kemitraan terbarunya dengan platform pengembangan pusat data Starwood Digital Ventures dan investasinya di Exaion, sebuah perusahaan yang mengembangkan dan mengoperasikan pusat data di Eropa.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

MARA Holdings Jual 15.133 Bitcoin, Nilainya Segini

Ilustrasi bitcoin (Foto: Unsplash/Aleksi Raisa)

Sebelumnya, MARA Holdings mengumumkan telah menjual 15.133 bitcoin (BTC) senilai USD 1,1 miliar atau Rp 18,61 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.920). Mara Holdings memakai dana hasil penjualan BTC untuk melunasi obligasi senior konvertibel yang jatuh tempo pada 2030 dan 2031.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat, (27/3/2026), penjualan BTC yang dilakukan Mara Holdings itu terjadi pada 4 Maret dan 25 Maret, berdasarkan sebuah pernyataan.

Hal ini menyusul revisi kebijakan pada 3 Maret di mana MARA memperluas strategi manajemen aset digital untuk mengizinkan penjualan bitcoin yang dipegang dalam neraca keuangannya melampaui kebijakan sebelumnya yang membatasi penjualan hanya pada produksi yang baru ditambang.

Pada saat perubahan kebijakan itu, penambang bitcoin memegang 53.822 BTC dengan 28% dari total itu diaktifkan di bawah pengaturan pinjaman dan jamiinan.

MARA menyatakan telah menandatangani perjanjian pembelian kembali yang dinegosiasikan secara pribadi untuk membeli kembali pokok obligasi konvertibel 0,00% senilai $367,5 juta yang jatuh tempo pada 2030 seharga USD 322,9 juta dan pokok obligasi konvertibel 0,00% senilai USD 633,4 juta yang jatuh tempo pada tahun 2031 seharga USD 589,9 juta. Pembelian kembali tersebut diharapkan akan selesai pada 30 Maret dan 31 Maret.

 

 

 

Hasilkan Penghematan

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Menurut pernyataan tersebut, transaksi tersebut menghasilkan penghematan tunai sebesar USD 88,1 juta sebelum biaya transaksi, yang mewakili diskon 9% dari nilai nominal. Setelah pembelian kembali, pokok obligasi 2030 senilai USD 632,5 juta dan pokok obligasi 2031 senilai USD 291,6 juta masih beredar.

"Transaksi ini meningkatkan fleksibilitas keuangan dan menambah pilihan strategis seiring kami berekspansi melampaui penambangan bitcoin murni ke energi digital dan infrastruktur AI/HPC," kata CEO MARA, Fred Thiel, dalam pernyataan tersebut.

MARA membukukan kerugian bersih sebesar USD 1,7 miliar pada kuartal keempat, berbalik dari laba bersih sebesar USD 528,3 juta pada tahun sebelumnya. Perusahaan mengatakan kerugian tersebut disebabkan oleh perubahan negatif sebesar USD 1,5 miliar pada nilai wajar aset digital karena harga bitcoin turun sekitar 30% pada kuartal tersebut. Pendapatan turun 6% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi USD 202,3 juta.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya