Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat C-130 Hercules AS Kedua dalam Operasi Penyelamatan Kopilot F-15E

Angkatan bersenjata Iran mengklaim telah menembak jatuh pesawat angkut militer C-130 Hercules kedua milik Amerika Serikat.

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 06 April 2026, 05:24 WIB
Three US F-15 fighter jets crashed in Kuwaiti territory due to fire from one of Kuwait's air defense systems while supporting Operation Epic Fury. (Phyllis Lilienthal/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Angkatan bersenjata Iran mengklaim telah menembak jatuh pesawat angkut militer C-130 Hercules kedua milik Amerika Serikat (AS) yang terlibat dalam operasi penyelamatan kopilot jet tempur F-15E yang sebelumnya dilaporkan jatuh.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ebrahim Zolfaghari, juru bicara markas besar pusat komando militer Iran Khatam Al-Anbiya, pada Minggu, 5 April 2026.

Sebelumnya, pihak komando militer Iran juga menyatakan bahwa upaya Amerika Serikat untuk menyelamatkan pilot kedua dari pesawat F-15E tersebut mengalami kegagalan. Dalam operasi itu, Iran mengklaim telah menembak jatuh dua helikopter Black Hawk serta satu pesawat pendukung C-130 milik militer AS.

"Sesuai informasi yang diterima sebelumnya, penyelidikan tambahan oleh para ahli di tempat kejadian menentukan bahwa, sebagai hasil dari tembakan intens dari para pejuang Iran, angkatan bersenjata menembak jatuh dua pesawat angkut militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk milik tentara AS," menurut pernyataan tersebut, dikutip Senin (6/4/2026), seperti dilansir dari Antara.

Di sisi lain, sebelum pernyataan dari komando militer Iran tersebut disampaikan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pilot kedua dari pesawat F-15E yang jatuh telah berhasil diselamatkan dan berada dalam kondisi aman.

 

Saling Balas Serangan

Tentara AS berdiri di lokasi pemboman Iran di pangkalan udara Ain al-Asad, Anbar, Irak, Senin (13/1/2020). Iran menghujani pangkalan militer AS tersebut dengan rudal sebagai balasan atas kematian Jenderal Qasem Soleimani. (AP Photo/Qassim Abdul-Zahra)

Trump juga menambahkan bahwa operasi penyelamatan tersebut melibatkan puluhan pesawat.

Ketegangan antara kedua pihak terjadi setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel sebelumnya mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan langkah "pencegahan" terhadap ancaman yang mereka nilai berasal dari program nuklir Iran.

Namun, dalam perkembangan selanjutnya, kedua negara juga menyatakan keinginan untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Infografis Iran dan Israel Saling Serang Militer, Perdamaian Timur Tengah Terancam? (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya