Perusahaan AS di Timur Tengah Jadi Sasaran Ancaman Serangan Iran, Ini Daftarnya

Iran mengancam akan menyerang sejumlah perusahaan teknologi AS yang beroperasi di Timur Tengah

oleh Septian DenyMaulandy Rizki Bayu KencanaDiterbitkan 05 April 2026, 16:00 WIB
Seperti diketahui, lonjakan harga minyak tidak lepas dari kekhawatiran terhadap gangguan jalur distribusi energi, khususnya di Selat Hormuz. Tampak dalam foto, seorang pekerja mengumpulkan oli mesin saat bekerja di stasiun degassing di ladang minyak Zubair, yang operasinya telah dikurangi karena perang Timur Tengah yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, dekat Basra, Irak, Sabtu, 28 Maret 2026. (AP Photo/Leo Correa)

Liputan6.com, Jakarta - Garda Revolusi Iran mengancam akan menyerang sejumlah perusahaan teknologi AS yang beroperasi di Timur Tengah. Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk Nvidia, Apple, Microsoft, dan Google.

Garda memperingatkan pada Selasa lalu bahwa 18 perusahaan teknologi akan dianggap sebagai target yang sah, sebagai balasan atas serangan AS dan Israel terhadap Iran.

"Mulai sekarang, untuk setiap pembunuhan, sebuah perusahaan Amerika akan dihancurkan," kata mereka di saluran Telegram yang berafiliasi dengan Garda, dikutip dari CNBC.

Adapun Daftar perusahaan tersebut mencakup Cisco, HP, Intel, IBM, Dell, Palantir, JPMorgan, Tesla, GE, Spire Solutions, Boeing, dan perusahaan kecerdasan buatan yang berbasis di UEA, G42.

James Henderson, CEO perusahaan manajemen risiko Healix, mengatakan peningkatan ancaman terhadap perusahaan teknologi bukanlah fenomena sesaat, melainkan pola yang berkelanjutan.

"Aset teknologi sekarang diperlakukan sebagai bagian dari konflik, bukan hanya sebagai pelengkap. Ini juga menandakan bahwa krisis di masa depan mungkin akan menargetkan pusat data dan platform cloud sama seperti situs strategis tradisional," ungkapnya.

Iran telah menyerang pusat data Amazon Web Services di Timur Tengah pada awal Maret 2026. Menyebabkan gangguan pada sejumlah aplikasi dan layanan digital di Uni Emirat Arab.

 

Kantor Oracle

Tank milik tentara AS melintas di wilayah Iran (AFP/Delil Souleiman)

Sementara itu, kantor perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat (AS), Oracle di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) juga mengalami kerusakan akibat puing-puing yang berjatuhan. Insiden ini terjadi tatkala Iran gencar menembakkan proyektil ke target di sekitar Timur Tengah sebagai balasan atas serangan AS dan Israel.

"Pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa mereka menanggapi insiden kecil yang disebabkan oleh puing-puing dari intersepsi udara yang jatuh di fasad gedung Oracle di Dubai Internet City," kata Kantor Media Dubai dalam sebuah unggahan di X.

Akibat insiden tersebut, Kantor Media Dubai melaporkan bahwa tidak ada yang terluka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya