Gunung Semeru Erupsi 9 Kali Beruntun Sabtu Pagi 4 April 2026, Tinggi Letusan Capai 1.000 Meter

Gunung Semeru kembali menunjukkan geliat vulkanik yang intens, Sabtu pagi (4/4/2026).

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 04 April 2026, 13:30 WIB
Gunung Semeru erupsi 9 kali beruntun, Sabtu pagi (4/4/2026). (Liputan6.com/Hermawan Arifianto)

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Semeru kembali menunjukkan geliat vulkanik yang intens. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami sembilan kali erupsi beruntun pada Sabtu pagi (4/4/2026), dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.

​Rangkaian erupsi ini memicu kewaspadaan tinggi bagi warga di wilayah perbatasan Lumajang dan Malang. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas seismik masih didominasi oleh gempa letusan yang terjadi secara berkala sejak dini hari.

​Rentetan aktivitas vulkanik ini dimulai sesaat setelah pergantian hari dan terus berlanjut hingga pagi hari. Pada pukul 00.07 WIB erupsi pembuka dengan kolom abu setinggi 700 meter mengarah ke selatan. Pada pukul 05.19 WIB Terjadi letusan terbesar dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak (sekitar 4.676 mdpl).

"Pada pukul 06.22 WIB Erupsi kesembilan terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm selama 141 detik, melontarkan abu tebal ke arah barat," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto, Sabtu (4/4/2026).

​Secara kumulatif, lanjut dia, dalam periode enam jam saja (00.00–06.00 WIB), seismograf mencatat telah terjadi 17 kali gempa letusan dengan durasi berkisar antara 56 hingga 112 detik.

 

PVMBG Keluarkan Instruksi Tegas

Pengamatan visual, Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim) erupsi 16 kali. (Liputan6.com/Hermawan Arifianto )

​Mengingat status Gunung Semeru yang masih tertahan di Level III atau Status Siaga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan instruksi tegas bagi masyarakat dan wisatawan.

"Di sektor Tenggara dilarang keras melakukan aktivitas apapun dalam radius 13. Kilometer dari pusat erupsi," ucap Liswanto.

"Selain itu, di sempadan sungai jarak aman 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan harus dipatuhi karena risiko perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai 17 kilometer dan pada radius 5 kilomer dari kawah harus dikosongkan total guna menghindari bahaya lontaran batu pijar," sambung dia.

Liswanto mengingatkan warga untuk tidak hanya terpaku pada erupsi di puncak. Ancaman nyata juga mengintai dari bawah.

​"Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat," terang dia.

"​Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap tenang namun selalu siaga mengikuti arahan petugas BPBD setempat, mengingat kondisi cuaca yang juga dapat memicu terjadinya lahar dingin di anak-anak sungai Besuk Kobokan," tutup Liswanto.

Infografis Erupsi Semeru hingga Upaya Mitigasi. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya