Satgas Debottlenecking Jadi Harapan Pengusaha Dongkrak Investasi di Kawasan Industri

Pembentukan Satgas Debottlenecking menjadi langkah strategis untuk mendorong optimalisasi peran kawasan industri.

oleh Septian DenyDiterbitkan 02 April 2026, 14:00 WIB
Ilustrasi Kawasan Industri. Pembentukan Satgas Debottlenecking menjadi langkah strategis untuk mendorong optimalisasi peran kawasan industri.

Liputan6.com, Jakarta - Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menilai pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking oleh pemerintah menjadi langkah strategis untuk mendorong optimalisasi peran kawasan industri di tengah tekanan dan dinamika global yang kian kompleks.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto tersebut, yang dinilai mampu mengatasi berbagai hambatan investasi sekaligus mempercepat realisasi penanaman modal di dalam negeri.

Langkah ini dipandang pihaknya sebagai terobosan penting, terutama dalam menjawab kendala klasik yang selama ini dihadapi pelaku usaha, mulai dari keterlambatan administratif hingga praktik-praktik yang merugikan investor.

Kehadiran satgas ini, kata dia, diharapkan menjadi katalis dalam menciptakan ekosistem investasi yang lebih efisien, transparan dan kompetitif.

Lebih lanjut, di tengah ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia, HKI melihat kondisi tersebut justru dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk menarik relokasi industri global.

Maruf menekankan perlunya perubahan cara pandang dalam menghadapi ketidakpastian global agar lebih proaktif dan adaptif.

“Kuncinya adalah kecepatan eksekusi, kepastian regulasi, dan keberanian membereskan hambatan di lapangan, khususnya di daerah. Jika ini dapat dilakukan secara konsisten, Indonesia berpotensi besar menjadi tujuan utama relokasi industri dunia," katanya dikutip dari Antara, Kamis (2/4/2026).

 

 

Perkuat Daya Saing

Kawasan Industri Terpadu Batang. (Foto: Kemenkoperekonomian)

Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat daya saing kawasan industri nasional agar lebih siap menangkap pergeseran rantai pasok.

HKI menekankan bahwa tren diversifikasi rantai pasok yang dilakukan banyak perusahaan internasional harus direspons dengan kesiapan kawasan industri yang kompetitif, yang mencakup dukungan infrastruktur memadai, kepastian regulasi, serta proses perizinan yang cepat dan efisien.

Namun demikian, HKI mengingatkan masih adanya sejumlah hambatan di tingkat daerah yang perlu segera dibenahi, seperti perizinan yang berbelit, ketidaksinkronan antarinstansi, hingga ketidakpastian tata ruang dan praktik yang merugikan investor.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking untuk secara khusus menyelesaikan berbagai hambatan yang dihadapi dunia usaha di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga dalam pertemuan dengan investor Amerika Serikat (AS) di sela-sela kunjungan kerjanya ke Washington DC. Dialog tersebut berlangsung dengan United States-ASEAN Business Council (USABC) pada Senin (22/12/2025) waktu setempat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya