Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa vaksinasi campak untuk tenaga kesehatan (nakes) akan dilakukan. Namun, kini pihaknya tengah menunggu surat indikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait pemberian vaksin campak untuk orang dewasa.
“Jadi sebetulnya vaksinasi ini yang paling penting kan sebenarnya surat indikasinya. Itu kan untuk anak-anak, tapi sebenarnya ada studinya untuk orang dewasa. Kita minta klarifikasi dari BPOM dulu bahwa vaksinasi ini memang ada studi efikasinya untuk orang dewasa,” kata Dante kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Advertisement
“Setelah kita dapat surat itu, maka akan langsung diselenggarakan untuk para nakes yang mempunyai potensi tinggi untuk tertular. Dan seluruh tenaga medis yang intensif, dokter-dokter intensif juga akan kita vaksinasi campak,” tambahnya.
Vaksinasi campak dewasa juga akan diberikan kepada kelompok nakes yang punya risiko tinggi tertular terutama saat melakukan pembedahan. Pada tahap awal, memang tidak semua nakes akan mendapatkan vaksin campak.
“Akan dipilih 10 daerah prioritas dulu yang paling tinggi. 10 daerah prioritas itu akan kita vaksinasi yang paling tinggi kasusnya. Setelah daerah vaksinasi yang tinggi kita evaluasi apakah ada potensi untuk menyebarkan ke daerah yang lain,” jelasnya.
Dia menambahkan, selain vaksinasi, hal penting lainnya adalah komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE).
“Gimana cuci tangan yang benar, gimana selalu pakai masker waktu periksa. Itu akan kita masyarakatkan lagi baik kepada nakes maupun kepada masyarakat,” ucapnya.
Vaksin Campak Dewasa Belum Jadi Program Nasional
Seperti diketahui, tenaga kesehatan menjadi kelompok yang rentan terdampak oleh paparan campak. Bahkan, penyakit ini telah memicu kematian di kalangan dokter yang bertugas menangani pasien campak.
Sejauh ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah memperkuat pencegahan campak melalui program imunisasi nasional bagi anak-anak. Namun, program imunisasi nasional untuk orang dewasa termasuk nakes belum tersedia.
“Jadi saat ini program imunisasi campak itu memang diberikan pada tiga kelompok usia. Yang MR (vaksin measles dan rubella) dosis 1 pada usia 9 bulan, kemudian yang kedua pada usia 18 bulan. Nanti saat SD kelas 1 itu juga diberikan booster (dosis penguat) melalui program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah),” kata Direktur Imunisasi, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit (Ditjen P2) Kemenkes RI, Indri Yogaswari dalam webinar bersama Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu (1/4/2026).
“Nah, memang untuk dewasa ini walaupun tersedia vaksinnya, MMR (mumps, measles, rubella) itu bisa pada dewasa, itu ada dan memang bisa diberikan. Akan tetapi, memang tidak diadopsi ke dalam suatu program yang sifatnya nasional,” tambahnya.
Dengan kata lain, jika orang dewasa ingin melakukan imunisasi campak, maka vaksinnya bisa dicari di fasilitas kesehatan. Hanya saja, vaksin ini perlu dibayar secara pribadi, tidak ditanggung negara.
“Pada dewasa itu vaksinnya ada dua dosis dengan intervalnya minimal 28 hari. Untuk harga bervariasi, ada yang bisa Rp 700 ribu per satu dosis, ada juga yang Rp 350 ribu per dosis,” jelasnya.