Catatan Pengusaha Soal WFH Swasta Satu Hari Sepekan

Apindo memberikan catatan strategis terkait imbauan WFH satu hari sepekan bagi sektor swasta dan BUMN guna memperkuat ketahanan energi.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 01 April 2026, 20:30 WIB
Orang-orang menyeberang jalan dengan latar belakang gedung perkantoran di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (16/12/2020). Pemprov DKI Jakarta akan mengikuti arahan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 Luhut Binsar Pandjaitan terkait pengetatan work from home (WFH). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) secara resmi menanggapi kebijakan pemerintah yang mengimbau penerapan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi pekerja swasta, BUMN, dan BUMD sebagai langkah penguatan ketahanan energi nasional.

Meski dinilai mampu menekan biaya operasional kantor, pelaku usaha menekankan bahwa fleksibilitas dan karakteristik tiap sektor harus menjadi pertimbangan utama agar tidak mengganggu rantai pasok.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani memberikan catatan dalam rencana work from home (WFH) satu hari bagi perusahaan swasta. Pelaksanaan WFH bisa efektif pada sektor-sektor tertentu.

Dia melihat imbauan WFH bagi pekerja swasta, BUMN, dan BUMD sebagai respons pemerintah terhadap gejolak geopolitik global. Meski begitu, penerapannya menurut dia perlu bergantung kepada karakteristik sektor usaha masing-masing.

"Untuk sektor dengan fungsi back office dan aktivitas non-esensial secara fisik, WFH relatif dapat diakomodasi tanpa mengganggu produktivitas secara signifikan," ungkap Shinta saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (1/4/2026).

Sementara itu, sektor riil seperti manufaktur, logistik, perdagangan, serta industri makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kehadiran fisik tenaga kerja dan kelancaran operasional di lapangan. Dengan begitu, penerapan WFH di sektor ini menjadi lebih terbatas.

"Pengecualian terhadap sektor layanan publik dan sektor strategis menjadi langkah yang tepat untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi," ujarnya.

Shinta menuturkan, infrastruktur digital dan kapasitas sumber daya manusia di Indonesia masih menunjukkan tingkat kesiapan yang beragam. Perusahaan besar dan sektor formal di perkotaan pada umumnya telah memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengadopsi sistem kerja jarak jauh, namun banyak sektor lainnya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

"Hal ini menunjukkan bahwa penerapan WFH secara rutin belum dapat dilakukan secara merata di seluruh sektor ekonomi," sebutnya.

 

Bisa Tekan Biaya Operasional

Warga melintasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jakarta, Kamis (31/8/2023). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) melihat dampak penerapan work from home (WFH) bagi pekerja swasta. Ada efisiensi biaya yang dihadirkan dari penerapan tersebut.

Hal ini menyusul adanya imbauan WFH bagi pekerja swasta, BUMN, dan BUMD, menyusul penerapan pada aparatur sipil negara (ASN). Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani menilai ada efisiensi biaya operasional dari penerapan satu hari WFH dalam sepekan.

"Dalam aspek biaya, WFH berpotensi memberikan efisiensi terhadap biaya operasional kantor," ujar Shinta saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (1/4/2026).

 

Butuh Investasi Aspek Digital

Namun, kata dia, pada saat yang sama penerapan WFH satu hari bagi pekerja swasta juga membutuhkan tambahan investasi di sektor lain. Misalnya, pada aspek digital, konektivitas, dan dukungan kerja jarak jauh perusahaan.

"Dengan demikian, dampak terhadap biaya operasional bersifat tidak seragam dan sangat bergantung pada karakteristik masing-masing perusahaan," ucapnya.

Dia sepakat kalau penerapannya sebagai imbauan secara selektif ke sektor-sektor tertentu. Utamanya, membuka ruang adaptif pada tingkat perusahaan sesuai kebutuhan operasional masing-masing.

"Implementasi kebijakan harus memastikan tidak menimbulkan disrupsi terhadap rantai pasok, distribusi barang, maupun pelayanan kepada masyarakat," pintanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya