Pembangunan Rusun Subsidi di Jakarta Dikebut, 800 Unit Target Rampung 15 Juni 2026

Pemerintah percepat pembangunan 800 rusun subsidi di Jakarta dengan memanfaatkan aset BUMN, target rampung Juni 2026.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 01 April 2026, 18:40 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di BP BUMN, Rabu (1/4/2026). (Liputan6.com/Tian)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mempercepat pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Jakarta dengan memanfaatkan aset milik badan usaha milik negara (BUMN). Sebanyak 800 unit rusun ditargetkan rampung pada 15 Juni 2026 di dua lokasi strategis, yakni kawasan Senen dan Tanah Abang.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan bahwa pemerintah kini lebih menitikberatkan pada target penyelesaian proyek, bukan pada waktu dimulainya pembangunan.

“Kita tidak bicara mulainya, kita bicara selesainya. Selesainya tanggal 15 Juni di Senen, Kramat, itu tanahnya Angkasa Pura. Jadi saya bicaranya ada 300 unit,” ujar Maruarar di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Selain itu, pembangunan rusun juga dilakukan di kawasan Tanah Abang dengan memanfaatkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero). Proyek tersebut ditargetkan menghasilkan 500 unit rusun yang juga selesai pada tanggal yang sama.

“Di Tanah Abang ada 500 unit yang selesai juga 15 Juni 2026,” ucapnya.

 

Aset BUMN Dimaksimalkan

Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Doni Oskaria di BP BUMN, Rabu (1/4/2026). (Liputan6.com/Tian)

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Doni Oskaria, menyampaikan bahwa pemanfaatan aset-aset BUMN yang sebelumnya belum optimal akan dimaksimalkan untuk mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, lahan milik Angkasa Pura dan PT KAI akan digunakan untuk pembangunan rusun subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat.

“Untuk aset-aset yang tadinya tidak termanfaatkan dengan baik, tentu akan kita optimalkan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Doni.

Lebih lanjut, Doni menyebut pihaknya tengah melakukan pemetaan (mapping) terhadap seluruh aset BUMN, khususnya di kawasan perkotaan, guna mempercepat pembangunan perumahan.

“Masih banyak lagi, dan kita sedang melakukan mapping seluruh aset-aset kita, terutama di kota-kota yang memang membutuhkan pembangunan perumahan dengan cepat,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya