Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mempercepat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) akan mengambil alih operasional di dua tahun pertama.
Dia menjelaskan, saat ini pembangunan fisik KDKMP sudah selesai di 3.505 titik. Dengan begitu, tahap berikutnya adalah operasionalisasinya. Guna memastikan pelaksanaannya maksimal, maka Agrinas Pangan ditunjuk untuk mengawalinya.
Advertisement
"Ditugaskan selama 2 tahun Agrinas Pangan, ini Pak Joao (Dirut Agrinas Pangan) dan Pak Tedi (Waka BP BUMN, Tedi Bharata), untuk segera menjalankan yang sudah siap tadi itu, sebagaimana arahan Bapak Presiden," ungkap Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Di samping itu, ada sektiar 30.000 KDKMP yang masih dalam proses pembangunan. Targetnya, seluruhnya juga bisa segera selesai untuk memulai operasionalnya.
Zulkifli menerangkan, Kopdes Merah Putih akan menjalankan peran sentral ekonomi desa. Mulai dari agen LPG, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga penyalur pupuk bersubsidi ke petani.
"Ini segera, besok mereka (Agrinas Pangan) akan berputar nih, untuk segera mengisi yang 3.500 tadi yang sudah jadi. Nah kemudian jadi BRILink, sehingga rakyat di situ enggak kena rentenir lagi. Sudah ada BRI Link yang bunganya untuk koperasi-koperasi 6%," beber dia.
Dikelola Profesional
Sementara itu, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan operasional KDKMP akan dijalankan secara profesional.
"Dia akan dijalankan dulu oleh Agrinas secara modern, secara profesional, dengan digitalisasi, dengan terbuka, dan melibatkan pengurus koperasi desa sebagai pengawas, pengontrol, pengendali, dan pemantau," ujarnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta.
Dia menjelaskan, 97% keuntungan operasional KDKMP akan masuk ke kas desa selama dua tahun pengelolaan tersebut dan seterusnya selama operasional. Kemudian, 82% keuntungan itu akan diolah menjadi semacam subsidi kepada masyarakat miskin yang membutuhkan di wilayah tersebut.
"Itu nanti 82% akan dibagikan langsung setiap bulan kepada warga desil 1, 2, 3, 4 dalam bentuk kupon yang bisa digunakan untuk membeli gas melon, untuk bisa membeli obat-obatan, bisa membeli alat tulis, bisa membeli pulsa listrik, dan beras atau kebutuhan sembako lain," kata dia.
Tunggu Aturan
Meski begitu, Joao Mota mengaku masih menunggu landasan aturan agar Agrinas Pangan bisa masuk mengelola KDKMP tadi. Rencananya payung hukum berupa Instruksi Presiden (Inpres) tengah disusun pemerintah.
"Saya menunggu, menerima inpresnya ketika dikeluarkan," tegasnya.