Timnas Italia Harus Lawan Rasa Takut Jelang Duel Hidup-Mati Lawan Bosnia and Herzegovina

Timnas Italia diminta mengatasi rasa takut jelang lawan Bosnia di play-off Piala Dunia 2026. Kecemasan dinilai jadi ancaman terbesar Azzurri.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 31 Maret 2026, 16:34 WIB
Pemain Italia, Sandro Tonali, merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan play-off kualifikasi Piala Dunia melawan Irlandia Utara di Bergamo, Italia, Jumat (27/3/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Italia berada di persimpangan krusial menjelang duel lawan Bosnia and Herzegovina. Laga play-off Piala Dunia 2026 ini bukan sekadar pertandingan biasa.

Ada beban besar yang menyelimuti skuad Azzurri. Dua kegagalan beruntun lolos ke Piala Dunia pada 2018 dan 2022 masih membekas kuat.

Kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara di semifinal memang memberi harapan. Namun, tekanan justru semakin terasa saat mendekati laga penentuan.

Italia kini dihadapkan pada tantangan yang tidak hanya datang dari lawan. Faktor mental menjadi isu yang tak bisa diabaikan.

Pelatih Gennaro Gattuso dan para pemain dituntut menjaga fokus. Mereka harus memastikan bahwa trauma masa lalu tidak kembali menghancurkan peluang.


Kecemasan Jadi Musuh Terbesar Italia

Starting XI Timnas Italia saat melawan Norwegia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Senin 18 November 2025 di San Siro. (AP Photo/Luca Bruno)

Media Italia menyoroti satu aspek krusial jelang laga ini. Bukan taktik, bukan kualitas lawan, melainkan kondisi psikologis tim.

Dalam analisisnya, Gazzetta dello Sport menegaskan bahwa “musuh utama adalah kecemasan.” Pernyataan ini mencerminkan kondisi nyata yang dihadapi Italia.

Tekanan akibat dua kegagalan sebelumnya membuat situasi menjadi rumit. Rasa takut bisa berubah menjadi beban yang melumpuhkan performa.

Di sisi lain, ada risiko lain yang tak kalah berbahaya. Italia bisa saja meremehkan Bosnia setelah melihat perjalanan mereka ke final. Apalagi, saat ini Bosnia berada di peringkat ke-71 pada ranking FIFA.


Jangan Terjebak Antara Meremehkan dan Panik

Sandro Tonali merayakan golnya dalam laga play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Italia vs Irlandia Utara di New Balance Arena, 27 Maret 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Italia berada dalam posisi yang serba sulit. Mereka tidak boleh meremehkan Bosnia, tetapi juga tidak boleh terlalu membesar-besarkan ancaman.

Gazzetta memberikan peringatan tegas soal hal ini. “akan menjadi kesalahan untuk meremehkan mereka dan kesalahan untuk melebih-lebihkan mereka, untuk percaya bahwa mereka adalah rintangan yang paling sulit.”

Keseimbangan mental menjadi kunci utama. Terlalu santai bisa berujung petaka, tetapi terlalu tegang juga bisa merusak permainan.

Selain itu, faktor eksternal juga patut diperhitungkan. Atmosfer panas di Zenica dan kondisi lapangan yang buruk bisa menjadi tantangan tambahan.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya