SMCB Kantongi Laba Rp 658,74 Miliar pada 2025

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencatat pendapatan turun 9,15% dan laba susut 11,58% pada 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 31 Maret 2026, 17:30 WIB
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mengumumkan laporan keuangan 2025. (Foto: Solusi Bangun Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) melaporkan kinerja keuangan 2025 di tengah perlambatan pasar semen nasional. Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI), sepanjang tahun 2025, volume produksi semen nasional tercatat turun sekitar 4,5% dari 67,8 juta ton menjadi 64,7 juta ton. Sejalan dengan itu, penjualan semen domestik juga menurun sekitar 1,5%.

Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat, curah hujan tinggi yang menunda aktivitas konstruksi, serta perlambatan sejumlah proyek infrastruktur. Sementara itu, industri semen nasional juga masih menghadapi tantangan kelebihan kapasitas produksi, sehingga memperketat persaingan di pasar domestik. Demikian mengutip keterangan resmi, ditulis Selasa, (31/3/2026).

Menanggapi lanskap bisnis pada 2025 tersebut, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali menuturkan, 2025 menjadi momentum transformasi dalam sinergi bersama SIG selaku induk usaha untuk memperkuat resilensi di tengah tekanan industri.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatat pendapatan Rp 10,73 triliun pada 2025, turun 9,15% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 11,81 triliun.

Beban pokok pendapatan susut 10,17% dari Rp 9,26 triliun pada 2024 menjadi Rp 8,32 triliun. Seiring hal itu, laba kotor turun 5,44% menjadi Rp 2,41 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,55 triliun.

Perseroan mencatat distribusi dan penjualan naik menjadi Rp 977,20 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 954,72 miliar. Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 309,37 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 365,42 miliar.

Laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp 939,12 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,01 triliun. Laba tahun berjalan turun 11,58% menjadi Rp 658,74 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 745,09 miliar. Perseroan mencatat laba per saham dasar dan dilusi suust menjadi Rp 73 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 83.

Ekuitas perseroan naik 2,2% menjadi Rp 13,20 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,91 triliun. Perseroan memangkas liabilitas sepanjang 2025 sebesar 11,7% dari 2024 sebesar Rp8,13 triliun menjadi Rp 7,17 triliun pada 2025.Aset turun 3,1% menjadi Rp 20,37 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 21,04 triliun.

 

Strategi Transformasi

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mengumumkan laporan keuangan 2025. (Foto: Solusi Bangun Indonesia)

Sebagai bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Solusi Bangun Indonesia melaksanakan strategi transformasi yang berfokus pada optimalisasi operational excellence, peningkatan pengelolaan pemasaran dan penjualan, serta program efisiensi biaya di berbagai lini untuk menjaga fundamental dan profitabilitas di tengah tekanan industri.

Strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten sejak semester kedua tahun 2025 tersebut, membantu Solusi Bangun Indonesia membukukan volume penjualan semen dan terak sebesar 12,1 juta ton pada 2025.

"Pada aspek operational excellence, kami meningkatkan efisiensi produksi, optimalisasi energi dan bahan bakar alternatif. Sedangkan pengelolaan pemasaran dan penjualan difokuskan pada penguatan merek dan saluran distribusi terutama di area-area dengan marjin tinggi. Strategi tersebut diperkuat dengan program efisiensi biaya untuk pengendalian biaya yang terukur dan penurunan beban keuangan,” kata Rizki Kresno.

 

Jaga Momentum

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk atau SBI (SMCB) menggelar RUPSLB pada Jumat, (5/12/2025). (Foto: PT Solusi Bangun Indonesia Tbk)

Rizki Kresno Edhie Hambali menerangkan, program efisiensi yang dijalankan secara disiplin berkontribusi menurunkan beban keuangan sebesar 34,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Penguatan struktur permodalan dan percepatan pembayaran pinjaman, membuktikan ketahanan Perseroan dalam menjaga kesehatan neraca dan likuiditas Perseroan.

Rizki Kresno Edhie Hambali menambahkan, dalam sinergi bersama SIG, Solusi Bangun Indonesia optimistis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan melalui sejumlah inisiatif strategis dan inovasi. Salah satu langkah strategis tersebut yaitu proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur yang merupakan bagian dari kerja sama strategis Perusahaan dengan Taiheiyo Cement Corporation.

"Fasilitas dengan kapasitas ekspor 500 ribu hingga 1 juta ton semen ini ditargetkan untuk mulai operasional pada pertengahan tahun 2026,” ujar Rizki Kresno.

Selain ekspor, kerja sama strategis dengan Taiheiyo juga dilakukan untuk mengembangkan lini bisnis soil stabilization (stabilisasi tanah), untuk menjawab tantangan di industri konstruksi sekaligus menciptakan pasar baru guna membuka peluang pertumbuhan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya