Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kerja sama bidang kehutanan yang lebih inovatif dan berdampak bersama Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan hubungan kerja sama bilateral antara Indonesia-Jepang.
Advertisement
“Kedua pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang kehutanan, khususnya dalam mendukung agenda pengendalian perubahan iklim, rehabilitasi degradasi lahan, serta pengelolaan kawasan konservasi berkelas dunia,” kata Menhut Raja Juli seperti dilansir Antara, Senin (30/3).
Adapun kesepakatan ini mengemuka dalam pertemuan antara Menhut Raja Juli Antoni dengan Senior Vice President JICA Yoshifumi Yoshikawa di Tokyo, Jepang.
“Pertemuan berlangsung secara konstruktif. Kedua pihak menegaskan komitmen bersama untuk memperluas kolaborasi yang telah terjalin selama ini, sekaligus menjajaki peluang kerja sama baru yang lebih inovatif dan berdampak,” ujar Menhut.
Dalam pertemuan tersebut, Menhut Raja Antoni menegaskan bahwa pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat dalam pengendalian perubahan iklim dan percepatan rehabilitasi lahan terdegradasi sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Kemenhut turut menyampaikan visi besar dalam mengembangkan kawasan konservasi Indonesia menjadi World Class National Park, yang tidak hanya unggul dalam perlindungan keanekaragaman hayati, tetapi juga dalam tata kelola, praktik terbaik ekowisata, serta kontribusi terhadap ekonomi lokal dan global.
Perkuat Inisiatif World Mangrove Center
“Kemenhut mengajak JICA untuk bersama-sama memperkuat inisiatif World Mangrove Center sebagai jembatan bagi upaya global dalam rehabilitasi, riset, edukasi, dan inovasi pengelolaan ekosistem mangrove. Inisiatif ini diharapkan menjadi rujukan internasional dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis alam,” kata Menhut.
Ia menambahkan, JICA menyambut baik berbagai inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk terus mendukung Indonesia melalui kerja sama teknis, pendanaan, serta pertukaran pengetahuan dan teknologi.
“Dukungan JICA selama ini dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam berbagai program kehutanan di Indonesia, termasuk pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan dan penguatan kapasitas kelembagaan,” ujar Raja Antoni.
Ia juga menegaskan, pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan Indonesia-Jepang di sektor kehutanan, sekaligus menegaskan peran strategis kerja sama internasional dalam menjawab tantangan global terkait perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
“Penguatan kerja sama teknis kehutanan dengan JICA menjadi salah satu program untuk memperkuat hubungan Indonesia-Jepang dan menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang,” kata dia.