Emiten KLBF Raup Laba Rp 3,66 Triliun pada 2025

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatat penjualan tumbuh 8,26% dan laba naik 13,09% pada 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Gedung Kalbe Farma (Foto: PT Kalbe Farma Tbk/KLBF)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengumumkan kinerja keuangan sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan penjualan dan laba pada 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meraup penjualan Rp 35,32 triliun pada 2025. Penjualan perseroan naik 8,26% dari periode 2024 sebesar Rp 32,62 triliun.

Beban pokok penjualan bertambah 8,12% menjadi Rp 21,26 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 19,67 triliun. Laba bruto naik 8,4% menjadi Rp 14,05 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 12,95 triliun.

Perseroan mencetak beban penjualan Rp 7,34 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 6,80 triliun. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,57 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,50 triliun. Beban penelitian dan pengembangan naik menjadi Rp 499,71 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 471,60 miliar.

Pendapatan operasi lainnya naik menjadi Rp 109,24 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rpp 46,11 miliar. Beban operasi lainnya naik menjadi Rp 165,64 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 46,11 miliar. Penghasilan bunga tercatat Rp 179,19 miliar pada 2025. Perseroan mencatat kenaikan laba entitas asosiasi menjadi Rp 68,19 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 28,28 miliar.

Perseroan mencetak laba sebelum beban pajak penghasilan naik 13,26% menjadi Rp 4,77 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,21 triliun. Seiring kinerja itu, perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik bertambah 13,09% menjadi Rp 3,66 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,24 triliun.

Perseroan mencetak laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 80,51 pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 70,16.

 

Aset KLBF

Ilustrasi Laporan Keuangan atau Laba Rugi. Foto: Freepik/ pch.vector

Perseroan mencatat ekuitas naik 0,56% menjadi Rp 24,72 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 24,59 triliun. Liabilitas perseroan bertambah 23,38% menjadi Rp 5,97 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,83 triliun. Aset Kalbe Farma naik 4,31% menjadi Rp 30,69 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 29,42 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 4,33 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,72 triliun.

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 30 Maret 2026, harga saham KLBF turun 2,08% menjadi Rp 940 per saham. Saham KLBF dibuka turun 10 poin ke posisi Rp 950 per saham. Harga saham KLBF berada di level tertinggi Rp 955 dan level terendah Rp 935 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.827 kali dengan volume perdagangan saham 406.857 saham. Nilai transaksi Rp 38,4 miliar.

Kalbe Farma Lakukan Transaksi Afiliasi Jual Beli Aset Rp 55,96 Miliar

Ilustrasi Laporan Keuangan, Laba, Rugi. Foto: Freepik/mindandi

Sebelumnya, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melakukan transaksi afiliasi berupa jual beli aset tetap berwujud antara dua entitas anak usahanya, PT Hale International dan PT Forsta Kalmedic Global, dengan nilai transaksi sebesar Rp 55,96 miliar.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/12/2025), transaksi tersebut dilakukan pada 22 Desember 2025 dan mencakup penjualan dua bidang tanah dan bangunan yang saling berdampingan dengan total luas 25.100 meter persegi. 

Aset tersebut berlokasi di Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan seluruhnya merupakan milik PT Hale International sebagai pihak penjual.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, Kalbe menjelaskan bahwa PT Hale International dimiliki langsung oleh perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar 99 persen. Sementara itu, PT Forsta Kalmedic Global sebagai pihak pembeli dimiliki tidak langsung oleh Kalbe dengan kepemilikan efektif 91,98 persen melalui PT Enseval Putera Megatrading Tbk dan PT Enseval Medika Prima.

Manajemen Kalbe menegaskan bahwa transaksi ini bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020. Perseroan juga menyatakan transaksi afiliasi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan, serta tidak mengganggu kelangsungan usaha.

Untuk memastikan kewajaran transaksi, Kalbe menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Benedictus Darmapuspita dan Rekan. Berdasarkan laporan penilai, nilai pasar wajar atas objek transaksi per 21 Juli 2025 ditetapkan sebesar Rp 55.959.000.000, sejalan dengan nilai transaksi yang disepakati para pihak.

Direksi Kalbe menyatakan perseroan telah memiliki prosedur yang memadai agar transaksi dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum dan ketentuan POJK 42/2020. Direksi dan Dewan Komisaris juga memastikan seluruh informasi terkait transaksi telah diungkapkan secara lengkap dan tidak mengandung benturan kepentingan

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya