Hindari 8 Aktivitas Berkebun yang Bisa Boros Air, Jaga Tanaman Tetap Subur

Banyak aktivitas berkebun yang bisa boros air tanpa disadari. Kenali dan hindari praktik ini untuk menjaga tanaman tetap subur dan menghemat air.

oleh Arini NuranisaDiterbitkan 30 Maret 2026, 12:40 WIB
Aktivitas berkebun yang bisa boros air. [Foto: Gemini]

Liputan6.com, Jakarta - Perubahan iklim dan tantangan ketersediaan air bersih semakin menuntut kita untuk bijak dalam setiap aktivitas, termasuk berkebun. Banyak dari kita mungkin tidak menyadari bahwa beberapa aktivitas berkebun yang bisa boros air.

Padahal, dengan sedikit perubahan, kita bisa menjaga taman tetap hijau dan produktif tanpa menguras sumber daya air. Oleh karena itu, penting bagi setiap pegiat kebun untuk memahami praktik-praktik yang dapat menyebabkan pemborosan air.

Artikel Liputan6.com ini akan membahas sembilan aktivitas berkebun yang bisa boros air dan bagaimana cara menghindarinya. Dengan menerapkan tips-tips ini, Anda dapat memiliki kebun yang subur, indah, dan ramah lingkungan, Senin (30/3/2026).

1. Waktu Penyiraman yang Tidak Tepat

Menyiram sayur yang ditanam dengan arang sekam (Gemini AI)

Salah satu penyebab pemborosan air saat berkebun adalah menyiram di siang hari. Pada suhu tinggi, air cepat menguap sebelum sempat diserap akar, sehingga kurang efektif.

Waktu terbaik menyiram adalah pagi atau sore hari saat udara lebih sejuk, agar air terserap optimal. Hindari jam terik, dan fokuskan penyiraman langsung ke akar, bukan daun.

2. Teknik Penyiraman yang Keliru dan Tidak Efisien

Siram tanaman secukupnya tanpa berlebihan/copyright pexels/Photo By: Kaboompics.com

Penggunaan selang tanpa kontrol bisa menyebabkan pemborosan air karena alirannya sulit diarahkan dan banyak yang terbuang. Air sering tidak tepat mengenai akar tanaman.

Sebaiknya gunakan gayung atau ember agar volume air lebih terkontrol dan bisa langsung disiram ke area akar. Hindari menyiram daun, karena air mudah menguap dan tidak terserap optimal.

3. Pentingnya Mulsa

Ilustrasi Desain Kebun Sayur Menggunakan Mulsa Organik/Gemini AI

Tidak menggunakan mulsa membuat tanah cepat kering dan boros air karena penguapan tinggi. Akibatnya, tanaman perlu lebih sering disiram.

Mulsa membantu menjaga kelembaban tanah, melindungi akar dari panas, dan bisa mengurangi penguapan hingga 70%. Dengan begitu, penyiraman jadi lebih hemat dan efisien.

4. Pemilihan Tanaman yang Tepat

Cara Menanam Lidah Buaya di Pot Kecil. (Gemini AI)

Pemilihan jenis tanaman juga sangat krusial dalam upaya menghemat air. Menanam tanaman yang membutuhkan banyak air di daerah dengan pasokan air terbatas atau tanpa mempertimbangkan kebutuhan airnya dapat menyebabkan pemborosan. Pilihlah tanaman tahan kekeringan seperti bugenvil, agave, lidah buaya, kaktus, lavender, atau lidah mertua yang tidak memerlukan penyiraman rutin.

5. Optimalisasi Sumber Air

Tips Tanam Daun Bawang Supaya Tidak Busuk di Musim Hujan (AI)

Mengandalkan air bersih tanpa memanfaatkan sumber alternatif bisa menyebabkan pemborosan. Air hujan dan greywater sebenarnya bisa digunakan untuk menyiram tanaman.

Menampung air hujan atau memanfaatkan air bekas rumah tangga (non-kloset) adalah cara efektif menghemat air sekaligus mengurangi biaya perawatan taman.

6. Optimalisasi Wadah Tanam

Pot dari Kaleng Biskuit atau Sarden/Inspirasi Recycle Barang Bekas Parcel Lebaran untuk Pot Tanaman (Sumber: gemini.com)

Pemilihan pot yang tidak tepat juga berkontribusi pada pemborosan air. Pot dengan bahan dasar yang tidak mampu mempertahankan kelembaban tanah akan membuat tanah cepat kering, sehingga membutuhkan penyiraman lebih sering. Pot berlapis kaca atau pot glasir adalah pilihan yang baik karena membantu menjaga kelembaban tanah lebih lama.

7. Irigasi Boros

Konsep Kebun Rumah Modern Minimalis dengan Sistem Irigasi Tetes Sederhana. (Foto: AI)

Dalam skala pertanian yang lebih luas, praktik irigasi yang boros menjadi perhatian serius. Kementan menyoroti bahwa petani di Indonesia seringkali terlalu boros dalam menggunakan air dari saluran irigasi. Praktik ini menyebabkan pemborosan air yang signifikan dan perlu diatasi dengan teknologi irigasi yang lebih efisien, seperti irigasi tetes.

8. Kuantitas Air Berlebihan

Cara Memanfaatkan Air Cucian Piring untuk Siram Tanaman (AI)

Menyiram tanaman secara berlebihan juga menyebabkan pemborosan, karena air yang melebihi daya serap tanah akan terbuang sia-sia. Sebaiknya sesuaikan jumlah air dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah. Penyiraman yang cukup dan tepat sasaran lebih efektif daripada berlebihan.

FAQ

Kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman agar tidak boros air?

Waktu terbaik untuk menyiram tanaman adalah pada pagi atau sore hari, ketika suhu udara lebih rendah untuk mengurangi penguapan berlebihan.

Mengapa menyiram daun tanaman tidak efektif?

Menyiram daun tanaman tidak efektif karena air lebih cepat menguap dan tidak langsung terserap oleh akar. Sebaiknya siram langsung ke area batang dan akar.

Apa manfaat menggunakan mulsa dalam berkebun?

Mulsa membantu menjaga kelembaban tanah, mengurangi penguapan, dan melindungi zona akar tanaman dari suhu ekstrem, sehingga menghemat air.

Jenis tanaman apa yang cocok untuk berkebun hemat air?

Tanaman tahan kekeringan seperti bugenvil, agave, lidah buaya, kaktus, lavender, atau lidah mertua sangat cocok untuk berkebun hemat air.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya