Mikel Arteta Siaga Penuh Saat Jeda Internasional: 11 Pemain Arsenal Kondisinya Diragukan

Manajer Arsenal, Mikel Arteta mulai menemukan cara untuk meredam kekhawatiran tersebut, yakni dengan pendekatan ekstra hati-hati terhadap kondisi para pemainnya

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 29 Maret 2026, 23:29 WIB
Mikel Arteta memberikan instruksi pada skuad Arsenal di laga lawan Manchester City di pekan kelima Liga Inggris 2025/26 di Emirates Stadium, Minggu (21/09/2025). (AP Photo/Kin Cheung)

Liputan6.com, Jakarta - Mikel Arteta sempat mengakui bahwa jeda internasional selalu membuatnya diliputi kecemasan. Namun, kini tampaknya juru taktik asal Spanyol itu mulai menemukan cara untuk meredam kekhawatiran tersebut, yakni dengan pendekatan ekstra hati-hati terhadap kondisi para pemainnya.

Arteta dikenal kerap merasa waswas ketika anak asuhnya tampil bersama tim nasional masing-masing. Risiko cedera menjadi momok utama, terutama di tengah persaingan ketat musim ini. Situasi tersebut kini berujung pada langkah antisipatif dari tim medis Arsenal.

Tercatat, 10 pemain Arsenal telah ditarik dari tugas internasional, ditambah kapten tim Martin Odegaard yang tetap berada di London untuk menjalani pemulihan cedera. Artinya, ada 11 pemain yang saat ini masuk daftar keraguan.


Daftar Cedera Arsenal

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bersama anak asuhnya setelah duel kontra Everton pada pekan ke-17 Premier League di Hill Dickinson Stadium, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, The Gunners menang 1-0 atas Everton. (AP Photo/Ian Hodgson)

Nama terbaru yang bergabung dalam daftar tersebut adalah Piero Hincapie dan Martin Zubimendi. Hincapie dipulangkan ke London setelah menjalani tes medis, sementara Zubimendi mengalami ketidaknyamanan pada lutut kanannya.

Sebelumnya, tiga pemain Inggris, yakni Bukayo Saka, Declan Rice, dan Noni Madueke juga lebih dulu meninggalkan skuad nasional. Madueke bahkan harus ditarik keluar saat Inggris bermain imbang 1-1 melawan Uruguay dan terlihat mengenakan pelindung lutut saat meninggalkan stadion. Meski demikian, cedera yang dialaminya bukan pada lutut yang sebelumnya bermasalah.

Saka dan Rice pun kembali ke klub untuk menjalani pemeriksaan medis, meski baru bergabung dengan timnas Inggris beberapa hari sebelumnya.

Selain nama-nama tersebut, pemain seperti Ebere Eze, Gabriel Magalhaes, William Saliba, Leandro Trossard, dan Jurrien Timber juga tidak melanjutkan tugas internasionalnya.

Menariknya, tujuh dari 11 pemain tersebut baru saja tampil sebagai starter di final Piala Liga Inggris pekan lalu dan tidak menunjukkan tanda-tanda cedera serius. Bahkan, sembilan di antaranya termasuk pemain dengan menit bermain terbanyak Arsenal musim ini, indikasi kuat bahwa langkah ini lebih bersifat pencegahan daripada reaksi terhadap cedera baru.


Situasi Arsenal

Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri ke kanan), memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 41, Declan Rice, gelandang Arsenal asal Brasil bernomor punggung 11, Gabriel Martinelli, dan bek Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 36, Martin Zubimendi, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Bayer 04 Leverkusen vs Arsenal di Leverkusen, Jerman barat, pada 12 Maret 2026. (INA FASSBENDER/AFP)

Arsenal saat ini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Mereka unggul sembilan poin di puncak klasemen Premier League serta melaju ke perempat final Liga Champions UEFA dan Piala FA. Dengan situasi tersebut, wajar jika Arteta memilih menambah lapisan perlindungan bagi skuadnya.

Lanjut Baca:

Pengalaman musim lalu juga menjadi pelajaran berharga. Odegaard sempat absen dua bulan akibat cedera ligamen saat membela Norwegia, sementara Riccardo Calafiori mengalami cedera serupa saat memperkuat Italia. Langkah Arteta ini bukan tanpa preseden. Legenda manajer Sir Alex Ferguson dikenal kerap “menahan” pemainnya dari panggilan timnas. Bahkan, eks pelatih Inggris Sven-Goran Eriksson pernah mengungkap bahwa Ferguson menganggap laga persahabatan internasional sebagai hal yang kurang penting. Dalam era yang lebih modern, Gareth Southgate juga pernah membuat kesepakatan dengan Pep Guardiola terkait pembatasan menit bermain John Stones.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya