Romelu Lukaku Picu Ketegangan di Napoli, Hubungan dengan Antonio Conte Memanas

Romelu Lukaku picu tensi dengan Napoli usai memilih bertahan di Belgia. Hubungan dengan Antonio Conte dikabarkan mulai retak.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 29 Maret 2026, 10:50 WIB
Pemain Napoli, Romelu Lukaku, tampak kecewa setelah gagal mencetak gol penalti pada laga perempat final Coppa Italia di Stadion Diego Armando Maradona, Rabu (11/2/2026). (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Napoli menghadapi potensi krisis internal di tengah fase penting musim ini. Situasi ini melibatkan striker utama mereka, Romelu Lukaku.

Pemain asal Belgia itu menjadi sorotan setelah tidak kembali ke klub usai jeda internasional. Keputusan tersebut memicu tanda tanya besar.

Lukaku memilih tetap berada di Belgia. Ia dikabarkan tidak dalam kondisi ideal untuk bermain bersama tim nasional.

Namun, langkah itu justru menimbulkan spekulasi. Napoli disebut mulai merasakan adanya jarak dengan sang pemain.

Situasi ini membuka kembali pola lama dalam karier Lukaku. Ketegangan dengan klub bukan hal baru dalam perjalanan profesionalnya.


Sinyal Retak di Tengah Hubungan dengan Conte

Penyerang Napoli asal Belgia bernomor punggung 9, Romelu Lukaku, merayakan golnya bersama rekan-rekan setimnya di akhir pertandingan Serie A Italia antara Hellas Verona dan Napoli di Stadion Bentegodi di Verona, Italia utara, Minggu (1-3-2026) dini hari WIB. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Hubungan antara Romelu Lukaku dan Antonio Conte sebelumnya dikenal kuat. Keduanya pernah bekerja sama sukses di Inter Milan.

Saat itu, Lukaku menjadi pilar utama dalam kesuksesan meraih gelar Serie A musim 2020-21. Peran Conte sangat besar dalam perkembangan kariernya.

Kini, situasinya berbeda. Keputusan Lukaku untuk tetap di Belgia ditafsirkan sebagai sinyal ketegangan.

Media Italia menilai langkah tersebut bukan sekadar keputusan medis. Ada indikasi persoalan komunikasi antara pemain dan klub.


Pola Lama Kembali Terulang?

Pemain Manchester United, Romelu Lukaku memberi tepuk tangan pada penonton saat melawan Liverpool dalam pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (10/3). MU kokoh di posisi kedua klasemen. (AP Photo/Rui Vieira)

Situasi ini mengingatkan pada episode sebelumnya dalam karier Lukaku. Salah satu yang paling mencolok terjadi saat ia meninggalkan Manchester United.

Kala itu, Lukaku secara terbuka ingin bergabung dengan Inter Milan. Ia bahkan mempercepat proses kepindahannya demi bekerja dengan Conte.

Pola serupa kini kembali terlihat. Ketika ada ketidakpastian, Lukaku cenderung mengambil jarak dari klub.

Napoli kini dihadapkan pada situasi sensitif. Mereka harus segera meredam konflik agar tidak mengganggu stabilitas tim di fase krusial musim ini.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya