Liputan6.com, Jakarta - Wuling kembali menunjukkan agresivitasnya di pasar kendaraan listrik global dengan menghadirkan generasi terbaru Wuling Hongguang Mini EV 2026 di China. City car mungil ini mendapat sejumlah pembaruan penting, terutama pada sektor baterai dan teknologi pengisian daya.
Sebagai salah satu mobil listrik terlaris di Negeri Tirai Bambu, model ini tetap mempertahankan DNA utamanya: harga terjangkau, dimensi ringkas, dan kemudahan penggunaan di area perkotaan.
Advertisement
Pembaruan paling signifikan terletak pada peningkatan kapasitas baterai. Wuling kini menawarkan dua opsi jarak tempuh, yakni 205 km dan 301 km dalam sekali pengisian daya.
Varian dengan daya jelajah 301 km menjadi sorotan utama karena menawarkan fleksibilitas lebih bagi pengguna urban. Dengan jarak tersebut, mobil ini semakin praktis digunakan tanpa harus terlalu sering melakukan pengisian ulang baterai.
Tak hanya itu, efisiensi energi juga tergolong impresif. Konsumsi listriknya diklaim berada di angka sekitar 8,9 kWh per 100 km, menjadikannya salah satu mobil listrik paling hemat di kelasnya.
Untuk pertama kalinya, lini Mini EV kini dibekali teknologi pengisian cepat. Fitur fast charging memungkinkan baterai diisi dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 35 menit.
Kehadiran teknologi ini menjadi lompatan besar dibanding generasi sebelumnya yang masih mengandalkan pengisian daya konvensional.
Dari sisi performa, Wuling Hongguang Mini EV 2026 masih mengandalkan motor listrik berdaya 30 kW dengan sistem penggerak roda belakang.
Akselerasi dari 0 hingga 50 km/jam mampu dicapai dalam waktu sekitar 4,56 detik, cukup responsif untuk kebutuhan lalu lintas perkotaan yang dinamis.
Sementara itu, kecepatan maksimalnya berada di kisaran 100 km/jam. Angka ini menegaskan bahwa mobil ini memang dirancang untuk mobilitas dalam kota, bukan perjalanan jarak jauh di jalan tol.
Kelengkapan Lain dan Harga
Secara ukuran, mobil ini tetap mengusung dimensi kompak dengan panjang 3.268 mm, lebar 1.520 mm, dan tinggi 1.575 mm.
Bodi mungil tersebut membuatnya sangat mudah bermanuver di jalan sempit serta memudahkan parkir di area terbatas. Inilah yang menjadi salah satu faktor utama popularitasnya di pasar China.
Di pasar domestiknya, Wuling Hongguang Mini EV 2026 dipasarkan mulai sekitar 6.200 dolar AS, atau setara Rp100–110 jutaan.
Bandrol tersebut menjadikannya sebagai salah satu mobil listrik termurah di dunia saat ini, sekaligus membuka akses kepemilikan EV yang lebih luas bagi masyarakat.
Melihat tren elektrifikasi yang terus berkembang di Indonesia, kehadiran model ini tentu menarik untuk dinantikan. Apalagi, Wuling sudah lebih dulu menghadirkan Wuling Air ev yang mendapat respons positif di pasar domestik.
Jika nantinya masuk ke Tanah Air dengan harga kompetitif, bukan tidak mungkin Mini EV 2026 akan menjadi alternatif baru di segmen mobil listrik terjangkau—bahkan berpotensi mengusik dominasi mobil LCGC.
Dengan kombinasi harga murah, fitur semakin lengkap, dan efisiensi tinggi, Wuling Hongguang Mini EV 2026 bisa menjadi game changer baru di pasar kendaraan listrik, baik di China maupun pasar global termasuk Indonesia.