Liputan6.com, Jakarta - Esports Foundation (EF) akhirnya menunjuk Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), sebagai Mitra Tim Nasional resmi untuk Indonesia dalam ajang Esports Nations Cup 2026 (ENC).
Pertama digelar, turnamen ENC 2026 ini adalah kompetisi esports antarnegara tingkat global yang akan dilaksanakan di Riyadh pada 2-29 November 2026.
Advertisement
Kabar ini diungkap langsung oleh EF. Mengutip laman resmi organisasi berbasis di Riyadh, Arab Saudi tersebut, Jumat (27/3/2026), PB ESI akan memimpin pembentukan tim nasional Indonesia untuk beberapa judul game dipertandingkan.
Tak hanya itu, tugas tersebut juga mencakup proses seleksi pemain, penyusunan struktur pendukung, hingga penguatan fondasi dibutuhkan agar partisipasi Indonesia di ajang internasional itu berjalan matang.
Dalam struktur tersebut, Glorya Famiela Ralahallo juga ditunjuk sebagai Manajer Tim Nasional Indonesia. Di mana ia akan menangani operasional harian tim, berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memastikan tim nasional Indonesia berjalan sesuai tata kelola dan standar kompetitif Esports Nations Cup.
Ketua Harian PB ESI, Komisaris Jenderal Polisi P. Drs. Bambang Sunarwibowo, S.H, M. Hum., menyebut ajang ini sebagai langkah penting untuk memperkuat ekosistem esports Indonesia.
“Kami melihat Esports Nations Cup sebagai langkah penting dalam memperkuat ekosistem Esports Indonesia, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi representasi nasional di panggung global. Hal ini selaras dengan visi PB ESI, yakni mewujudkan Esports Indonesia mendunia,” ujarnya kepada tim Tekno Liputan6.com.
“Lewat kepercayaan yang diberikan, kami berupaya untuk membangun dan memperkuat ekosistem esports nasional yang terstruktur dan berkelanjutan. Mulai dari identifikasi talenta di penjuru daerah hingga kesiapan mental menghadapi kompetisi tingkat dunia,” ucap Bambang.
PB ESI bergabung dalam jajaran Mitra Tim Nasional yang berasal dari lebih dari 100 negara sebagai bagian dari bentuk kemitraan Esports Nations Cup dalam upaya pengembangan tim nasional.
EF menerima lebih dari 630 pendaftar dari 150 negara dan wilayah, mencerminkan tingginya minat serta peluang global dalam ekosistem esports antarnegara. Para mitra terpilih ini mencakup organisasi esports yang telah berkontribusi secara mapan dalam membentuk ekosistem nasional selama bertahun-tahun, serta organisasi baru yang tengah mendorong perkembangan kompetisi esports di masa mendatang.
Esports Nations Cup sendiri akan digelar dua tahunan. Turnamen ini diperkenalkan sebagai pelengkap bagi kompetisi antarklub seperti Esports World Cup. ENC juga menjadi pintu masuk pengembangan program tim nasional dan investasi jangka panjang di ekosistem esports.
PB ESI Targetkan Medali di Asian Games 2026
Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) baru saja menggelar Seleksi Nasional (Seleknas) untuk membentuk Tim Nasional Esports menuju Asian Games 2026.
Dijelaskan, langkah ini menjadi tahapan lanjutan setelah PB ESI melakukan proses entry by number dan pembentukan awal skuad terbaik.'
Mengutip keterangan resminya, Senin (23/2/2026), Seleknas ini berlangsung mulai dari 20 Februari hingga 15 Maret 2026, dan berlanjut ke Pemusatan Latihan Nasional atau Pelatnas sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2026.
Melalui Badan Timnas Esports, PB ESI menerapkan tiga mekanisme seleksi. Skema tersebut terdiri dari penunjukan langsung, seleksi terbatas, dan seleksi terbuka.
Penunjukan langsung diberikan kepada atlet atau tim dengan rekam jejak prestasi teruji dan performa konsisten dalam periode pemantauan terakhir.
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh dengan fokus pada kualitas performa, rekam jejak prestasi, serta mentalitas bertanding di level internasional.
Sementara itu, seleksi terbatas menyasar tim dan atlet yang masuk radar pemantauan teknis Badan Timnas. Nantinya, mereka akan dievaluasi berdasarkan data kompetisi, analisis permainan, kesiapan mental dan taktik, serta catatan prestasi nasional dan internasional.
Proses seleksi ini digelar secara online ataupun offline. Selain itu, PB ESI juga membuka jalur seleksi terbuka. Skema ini memberi kesempatan bagi talenta esports dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Diharapkan, langkah ini dapat membuka ruang regenerasi dan pemerataan peluang bagi atlet baru. Ketua Badan Tim Nasional Esports, Brigadir Jenderal Polisi Wishnu Buddhaya, menegaskan pendekatan ini dirancang secara menyeluruh.
Timnas Esports Indonesia Ikut 9 Nomor Game di Asian Games 2026
“Seleksi Nasional ini kami rancang dengan pendekatan menyeluruh. Penunjukan langsung mempertimbangkan rekam jejak dan konsistensi performa, seleksi terbatas berbasis evaluasi teknis mendalam, sementara seleksi terbuka memberi ruang bagi talenta baru untuk muncul,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Tujuan akhirnya adalah mempersiapkan Atlet dan tim untuk kami bina di Pemusatan Latihan Nasional agar siap bersaing dan memiliki potensi membawa prestasi terbaik bagi Indonesia di Asian Games 2026.”
Adapun nomor game yang dipersiapkan menuju Asian Games 2026 mencakup sembilan judul. Gran Turismo 7, Pokemon Unite, dan Mobile Legends: Bang Bang masuk kategori penunjukan langsung.
eFootball versi PC dan mobile serta nomor Martial Arts meliputi Steet Fighter 6, Tekken 8, dan King of Fighters XV masuk seleksi terbatas secara online. Sedangkan untuk PUBG Mobile dan Honor of Kings akan menjalani seleksi terbatas offline, dan Identity V dan Naraka dipilih lewat jalur seleksi terbuka.
Usai melewati tahap seleksi, tim dan atlet yang memenuhi standar performa akan lanjut pembinaan di Pelatnas. Pada fase ini, penguatan strategi dan peningkatan kesiapan kompetitif akan dilakukan secara terstruktur sebagai bagian dari target medali di Asian Games 2026.