Waspadai Bosnia dan Herzegovina! 3 Faktor Krusial yang Bisa Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026

Italia hadapi Bosnia dan Herzegovina di final play-off Piala Dunia 2026

oleh Asad ArifinDiterbitkan 27 Maret 2026, 16:26 WIB
Pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso, bereaksi dalam pertandingan play-off kualifikasi Piala Dunia melawan Irlandia Utara di Bergamo, Italia, Jumat (27/3/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Italia berada di ambang kelolosan ke Piala Dunia 2026. Namun, satu rintangan terakhir masih menghadang. Mereka harus menghadapi Bosnia dan Herzegovina.

Laga final play-off ini akan digelar Rabu (1/4) dini hari WIB. Stadion Bilino Polje menjadi venue penentuan. Atmosfer dipastikan tidak bersahabat.

Italia datang dengan status unggulan. Namun, situasi ini justru menyimpan tekanan tersendiri. Sejarah kegagalan masih membayangi.

Di atas kertas, Italia lebih diunggulkan. Tetapi, Bosnia bukan lawan sembarangan. Mereka punya struktur permainan yang jelas.

Pelatih Gennaro Gattuso pun sudah memberi peringatan. Ia menilai laga ini akan jauh lebih sulit dari sebelumnya.


Disiplin Bertahan dan Efektivitas Bosnia

Kemenangan ini membuat Italia selangkah lagi masuk ke Piala Dunia 2026. Mereka harus mengalahkan Bosnia-Herzegovina pada 31 Maret mendatang. (AFP/Stefano Rellandi)

Bosnia dikenal dengan organisasi pertahanan yang rapi. Mereka bermain dengan blok rendah. Sulit ditembus di area sentral.

Pendekatan ini membuat lawan frustrasi. Italia bisa kembali kesulitan membongkar ruang. Situasi ini sempat terlihat saat lawan Irlandia Utara.

Bosnia juga sangat efisien dalam transisi. Mereka tidak butuh banyak peluang. Satu momen bisa menjadi gol.

"Bosnia bermain bertahan dengan baik, mengandalkan striker mereka, jadi ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, seperti yang kita alami malam ini," ucap Gattuso.


Pengalaman Pemain Bosnia

Striker Timnas Bosnia-Herzegovina, Edin Dzeko, mengenakan jersey biru produksi Kelme di laga Kualifikasi Euro 2024. (ELVIS BARUKCIC / AFP)

Bosnia memiliki pemain berpengalaman. Edin Dzeko menjadi ancaman utama. Ia paham betul karakter sepak bola Italia. Dia pernah membela AS Roma hingga Inter Milan.

Selain itu, ada Sead Kolasinac yang solid di lini belakang. Dia kini tercatat sebagai pemain Atalanta. Pengalaman mereka di level tinggi menjadi nilai tambah.

"Ada banyak pemain berpengalaman di tim Bosnia, Wales sangat berbeda," ucap Gattuso.

“Suasananya akan sangat panas, meskipun jika kami bermain di Cardiff, situasinya akan serupa,” kata Gattuso.


Tekanan dan Beban Sejarah Kubu Italia

Rekan setim berlari ke arah Sandro Tonali yang mencetak gol pembuka dalam laga play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Italia vs Irlandia Utara di New Balance Arena, 27 Maret 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Di sisi lain, Italia harus mengelola tekanan. Status favorit bisa menjadi beban. Apalagi dengan bayang-bayang kegagalan masa lalu.

Italia bermain dengan level tekanan yang tinggi. Italia harus menang, jika tidak ingin mencatat noda dalam sejarah dengan gagal lolos ke Piala Dunia pada tiga edisi beruntun.

“Selain tekanan, kami juga melakukan kesalahan di babak pertama (lawan Irlandia Utara) dengan Locatelli yang terlalu mundur, sehingga Mancini bermain sebagai bek sayap, yang sama sekali bukan yang kami persiapkan,” aku Gattuso.

Jika Italia gagal memperbaiki detail kecil ini, risiko besar menanti. Bosnia siap memanfaatkan setiap celah sekecil apa pun.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya