Kasus Medis Real Madrid: Dibantah Kylian Mbappe, Kini Muncul Saga Cedera Eduardo Camavinga

Kasus tim medis Real Madrid kembali disorot. Setelah Mbappe, kini cedera Camavinga memicu dugaan kesalahan diagnosis yang berdampak besar.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 26 Maret 2026, 17:10 WIB
Pemain Getafe, Mario Martin (kiri), dan pemain Real Madrid, Eduardo Camavinga, berebut bola dalam pertandingan La Liga antara Getafe vs Real Madrid, 19 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Sorotan terhadap tim medis Real Madrid kembali menguat. Isu ini belum mereda. Kini muncul kasus baru yang lebih mengkhawatirkan.

Sebelumnya, nama Kylian Mbappe sempat terseret. Namun, sang pemain telah membantah keras kabar tersebut. Situasi sempat mereda sejenak.

Akan tetapi, laporan terbaru mengubah arah narasi. Kali ini, Eduardo Camavinga menjadi pusat perhatian. Detail kasusnya memicu tanda tanya besar.

Dalam fase krusial musim, isu medis menjadi sangat sensitif. Kesalahan kecil bisa berdampak besar. Terutama bagi klub dengan jadwal padat seperti Real Madrid.

Jika benar terjadi kelalaian, ini bukan sekadar insiden tunggal. Ini bisa menjadi indikasi masalah sistemik di dalam klub.


Kronologi Kasus Camavinga yang Mengundang Tanda Tanya

Eduardo Camavinga ditempel pemain Kairat, Olzhas Baybek (kanan) dan Yegor Sorokin dalam pertandingan Liga Champions antara Kairat Almaty vs Real Madrid di Stadion Ortalyk, Almaty, Kazakhstan, Selasa, 30 September 2025. (AP Photo/Alikhan Sariyev)   

Kasus ini bermula pada 3 Desember 2025. Camavinga mengalami cedera di pergelangan kaki kiri. Situasi awal terlihat cukup jelas.

Namun, laporan menyebut adanya kesalahan serius. Tim medis, menurut laporan L’Equipe, justru melakukan MRI pada pergelangan kaki kanan. Ini menjadi titik krusial.

Berdasarkan hasil tersebut, pemain dinyatakan fit. Camavinga kemudian kembali masuk dalam rencana pertandingan. Keputusan ini menimbulkan risiko besar.

Empat hari setelahnya, ia masuk skuad melawan Celta de Vigo. Kondisinya belum sepenuhnya pulih. Hal ini diduga memperparah cedera yang dialami.


Dampak Lapangan dan Alarm untuk Sistem Medis

Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe (kiri) berjoget dengan Eduardo Camavinga setelah mencetak gol ke gawang Athletic Bilbao dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2025/2026 di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Rabu (03/12/2025). (AP Photo/Jose Breton)

Dampak dari keputusan tersebut langsung terasa. Camavinga sempat bermain 69 menit melawan Athletic Club. Namun, kondisinya tidak stabil.

Dalam laga berikutnya, ia hanya menjadi cadangan. Kondisinya terus memburuk. Akhirnya, ia harus menepi dari beberapa laga penting.

Ia absen saat melawan Manchester City, Alaves, dan Talavera. Kehilangan ini tentu berdampak pada stabilitas lini tengah Madrid.

Rangkaian kejadian ini memunculkan pertanyaan besar. Jika kesalahan diagnosis benar terjadi, maka ini bukan sekadar kelalaian teknis. Ini adalah alarm serius bagi sistem medis Real Madrid.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya