IHSG Diprediksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini 26 Maret 2026

Berikut prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan strategi rekomendasi saham pada perdagangan saham Kamis, (26/3/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 26 Maret 2026, 06:41 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi rawan koreksi pada perdagangan saham Kamis, (26/3/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi rawan koreksi pada perdagangan saham Kamis, (26/3/2026). Namun, IHSG hari ini ada potensi penguatan ke 7.450-7.779. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG menguat 2,75% ke posisi 7.302 dan disertai dengan ada kenaikan volume pembelian, target penguatan terdekat pun sudah tercapai pada perdagangan Rabu, 25 Maret 2026.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745-6.887,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Ia menuturkan, best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.450-7.779. Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.156,7.022 dan level resistance 7.374,7.527.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance 7.240-7.400. “Potensi koreksi masih terbuka,” demikian seperti dikutip.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Rekomendasi Teknikal

Layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Sentul City Tbk (BKSL) - Buy on Weakness

Saham BKSL menguat 6,93%  ke 108 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Saat ini, posisi BKSL diperkirakan berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 102-106

Target Price: 111, 119

Stoploss: below 98

 

2.PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) - Buy on Weakness

Saham ENRG menguat 5,69% ke 1.485 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Selama ENRG masih mampu berada di atas 1,300 sebagai stoplossnya, posisi ENRG saat ini diperkirakan sedang berada bagian awal dari wave (B),” kata dia.

Buy on Weakness: 1.340-1.410

Target Price: 1.565, 1.730

Stoploss: below 1.300

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,9% ke level 5.996,14. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

3.PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Buy on Weakness

Saham INCO menguat 2,69% ke 5.725 dan masih didominasi oleh volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi INCO saat ini berada pada bagian dari wave [a] dari wave 2,” kata Herditya.

Buy on Weakness: 5.475-5.650

Target Price: 5.900, 6.275

Stoploss: below 5.375

 

4.PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) - Buy on Weakness

Saham SRTG menguat 3,34% ke 1.700 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA20 dan MA60. Herditya memperkirakan, posisi SRTG saat ini berada pada bagian awal dari wave (iii) dari wave [iii].

Buy on Weakness: 1.615-1.700

Target Price: 1.785, 1.855

Stoploss: below 1.530

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 25 Maret 2026

IHSG ambruk di tengah banyaknya sentiment negatif global, mulai dari memanasnya situasi di Timur Tengah, hingga inflasi Amerika Serikat (AS). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (25/3/2026) usai libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026. IHSG hari ini berhasil ditutup di posisi 7.300.

Mengutip data RTI, IHSG melonjak 2,75% ke posisi 7.302,12. Indeks saham LQ45 bertambah 3,33% ke posisi 746,45. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG menguat didorong oleh sektor energi. Ia menuturkan, hal itu berhubungan dengan kondisi konflik Timur Tengah yang diberitakan akan ada negosiasi antara Iran dengan AS, serta jalur supply energi yang dibuka untuk beberapa negara meskipun masih dalam pengawasan Iran.

"Ditambah dengan adanya penguatan nilai tukar Rupiah terhadap USD dan juga market Asia yang juga mencatatkan penguatan,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sektor Saham

Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Usai libur panjang Nyepi dan Lebaran ini, IHSG kembali sentuh level tertinggi 7.302,12 dan level terendah 7.057,22. Sebanyak 574 saham menguat sehingga angkat IHSG. 148 saham melemah dan 101 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.130.471 kali dengan volume perdagangan saham 38,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.872.

Di pasar negosiasi, transaksi harian saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencapai Rp 3,3 triliun. Harga saham DSSA naik 3,09% ke posisi Rp 63.350 per saham dengan transaksi sebanyak dua kali. Harga saham DSSA berada di level tertinggi Rp 63.350 dan level terendah Rp 60.000 per saham. Adapun volume perdagangan saham tercatat 550.001 saham.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham melemah. Sektor saham basic turun 0,17% dan sektor saham kesehatan terpangkas 0,12%.

Sementara itu, sektor saham energi naik 5,15%, sektor saham industri melonjak 5,98%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 2,31%, sektor saham consumer siklikal bertambah 3,84%, sektor saham keuangan menanjak 0,71%. Selain itu, sektor saham properti menanjak 0,92%, sektor saham teknologi melompat 1,33%, sektor saham infrastruktur melonjak 3,45% dan sektor saham transportasi meroket 3,3%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya