Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam hari ini naik setelah stabil pada perdagangan kemarin.
Mengutip laman logammulia.com, Rabuu (25/3/2026), harga emas Antam hari ini naik Rp 7.000 dan dipatok Rp 2.850.000 per gram. Harga emas Antam itu sama seperti perdagangan sebelumnya, harga emas Antam dibanderol Rp 2.843.000 per gram.
Advertisement
Sementara itu, harga buyback emas Antam hari ini melonjak tinggi Rp 27.000. Dengan demikian, harga buyback emas Antam dibanderol Rp 2.507.000 per gram.
Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.480.000 gram.Sebagai informasi, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.
Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.
Daftar Harga Emas Antam
Berikut daftar harga emas Antam hari ini Rabu, 25 Maret 2026:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.475.000
- Harga emas 1 gram: Rp 2.850.000
- Harga emas 2 gram: Rp 5.640.000
- Harga emas 3 gram: Rp 8.435.000
- Harga emas 5 gram: Rp 14.025.000
- Harga emas 10 gram: Rp 27.995.000
- Harga emas 25 gram: Rp 69.862.000
- Harga emas 50 gram: Rp 139.645.000
- Harga emas 100 gram: Rp 279.212.000
- Harga emas 250 gram: Rp 697.765.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.395.320.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.790.600.000.
Harga Emas Turun Imbas Dolar AS Menguat, Sentuh Level Segini
Sebelumnya, harga emas pulih pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) usai turun pada perdagangan sebelumnya. Namun harga emas tetap berada di area bearish karena dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dan imbal hasil obligasi pemerintah yang tinggi terus mengurangi daya tarik logam mulia tersebut.
Dikutip dari CNBC, Rabu (25/3/2026), harga emas turun 0,1% menjadi USD 4.400 per ons, jauh di atas titik terendah. Sedangkan harga emas AS untuk kontrak pengiriman April terakhir terlihat turun 0,3% menjadi USD 4.395,70 per ons.
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang, naik 0,5% pada hari Selasa. Dolar yang lebih kuat mengurangi daya tarik emas batangan yang dihargai dalam dolar AS karena membuatnya lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Harga emas di pasar spot kini telah turun 21% sejak mencapai rekor tertinggi USD 5.594,82 per ons pada akhir Januari, dengan logam mulia tersebut kehilangan hampir 10% minggu lalu dalam kinerja terburuknya sejak September 2011. Sementara itu, indeks dolar telah menguat sekitar 3% sejak awal perang.
Para pengamat pasar mengaitkan penurunan tersebut dengan kombinasi faktor makro dan faktor yang didorong oleh penyesuaian posisi pasar.
“Meskipun harga emas awalnya naik karena permintaan sebagai aset aman di awal konflik (Iran), harga emas baru-baru ini mengalami penurunan,” kata Ahli Strategi Investasi Senior di Standard Chartered, Rajat Bhattacharya.
“Kami sering melihat pola ini berulang selama periode tekanan pasar yang tinggi karena investor mengumpulkan uang tunai untuk membayar margin call atau sekadar mengambil keuntungan sebisa mungkin,” katanya.
Dia menambahkan bahwa penguatan dolar baru-baru ini juga telah membebani permintaan emas.
Kebijakan Moneter AS
Para pelaku pasar juga telah mengevaluasi kembali ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS, dengan inflasi yang terus berlanjut mengurangi kemungkinan pemangkasan suku bunga agresif oleh Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed), sehingga imbal hasil obligasi pemerintah tetap tinggi.
Imbal hasil yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas batangan tanpa bunga. Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun sekitar 5 basis poin lebih tinggi pada 4,384% pada hari Selasa.
Beberapa analis mencatat bahwa aksi jual tersebut merupakan koreksi alami setelah reli panjang yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik dan permintaan struktural. Harga emas naik lebih dari 64% tahun lalu.
“Kenaikan harga emas baru-baru ini ke level tertinggi sepanjang masa lebih didorong oleh hilangnya kepercayaan secara lebih luas daripada inflasi: defisit fiskal, fragmentasi geopolitik, dan bank sentral yang diam-diam melakukan diversifikasi dari cadangan dolar,” kata Analis Pasar eToro, Zavier Wong.