Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Kompak Loyo

Berikut daftar lengkap harga emas buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian pada Selasa, (24/3/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Maret 2026, 10:09 WIB
Pekerja merapikan emas di galeri 24 Pegadaian, Tangerang, Selasa (7/7/2020). Harga emas Pegadaian khusus batangan 1 gram cetakan Antam hari ini naik Rp 4.000 atau 0,42% ke level Rp 950.000/gram dari harga hari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan buatan USB dan Galeri24 di Pegadaian pada Selasa, (24/3/2026) pukul 07.21 WIB merosot. Harga emas UBS dan Galeri24 masing-masing turun Rp 71.000.

Harga emas batangan di laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas UBS turun menjadi Rp 2.862.000 dari sebelumnya Rp 2.933.000. Sementara itu, harga Galeri24 terpangkas jadi Rp 2.849.000 dari awalnya Rp 2.920.000 per gram.

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Sementara itu harga emas Antam di laman Logam Mulia, diperbarui setelah pukul 08.30 WIB. Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian masing-masing produk dikutip dari Antara:

Daftar Harga Emas

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.494.000
  • 1 gram: Rp 2.849.000.
  • ‎2 gram: Rp 5.629.000
  • ‎5 gram: Rp 13.969.000
  • ‎10 gram: Rp 27.8644.000
  • ‎25 gram: Rp 69.284.000
  • ‎50 gram: Rp 138.480.000
  • 100 gram: Rp 276.781.000
  • ‎250 gram: Rp 690.254.000
  • ‎500 gram: Rp 1.380.506.000
  • ‎1.000 gram: Rp 2.761.012.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.547.000
  • ‎1 gram: Rp 2.862.000
  • ‎2 gram: Rp 5.681.000
  • ‎5 gram: Rp 14.037.000
  • 10 gram: Rp 27.927.000
  • ‎25 gram: Rp 69.679.000
  • ‎50 gram: Rp 139.070.000
  • ‎100 gram: Rp 278.032.000
  • 250 gram: Rp 694.874.000
  • ‎500 gram: Rp 1.388.116.000

Harga Emas Dunia

Seorang pelanggan memegang perhiasan emas selama festival Hindu 'Akshaya Tritiya', hari keberuntungan dalam kalender Hindu untuk membeli barang-barang berharga, di ruang pamer perhiasan di Chennai, India, Selasa (3/5/2022). Membeli emas adalah kegiatan yang populer di Akshaya Tritiya, karena ini adalah simbol utama kekayaan dan kemakmuran. (Arun SANKAR / AFP)

Sebelumnya, harga emas kembali merosot pada perdagangan Senin, 23 Maret 2026 (Selasa waktu Jakarta). Namun, harga emas pulih dengan kuat dari koreksi tajam pada awal sesi perdagangan seiring harapan baru akan de-esklasi konflik Iran membangkitkan semangat investor.

Mengutip CNBC, Selasa (24/3/2026), harga emas di pasar spot turun lebih dari 5% pada Senin pagi menjadi USD 4.262,50 sebelum pulih dan diperdagangkan pada USD 4.431,09.

Pergerakan harga yang fluktuatif ini terjadi setelah pengumuman oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump kalau AS akan menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran setelah pembicaraan yang baik dan produktif antara kedua negara.

Harga emas berjangka turun 0,7% pada USD 4.574 setelah turun hampir 10%.

Logam mulia kuning ini kehilangan hampir 10% pada pekan lalu dan mencatat kinerja terburuk sejak September 2011. Harga emas spot ini telah merosot sekitar 25% sejak mencapai rekor tertinggi USD 5.594,92 per ounce pada akhir Januari.

Di sisi lain, harga perak spot naik 3,3% menjadi USD 69,97 setelah mencapai titik terendah pada 2026.

 

Koreksi Harga Emas

Sebagai informasi, pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas. Tampak dalam foto, perhiasan emas dipajang di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh pada Rabu 14 Januari 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Koreksi harga emas yang secara tradisional dianggap sebagai aset safe haven pada saat gejolak pasar, sejalan dengan sentimen risk-off yang sedang berlangsung di pasar. Hal ini karena konflik Iran memicu kekhawatiran atas inflasi dan kenaikan harga energi.

Prospek kenaikan suku bunga sebagai akibat dari perang dapat meningkatkan obligasi pemerintah di kalangan investor, dengan mengorbankan logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil, kata para ahli strategi pasar kepada CNBC baru-baru ini.

Namun, imbal hasil obligasi pemerintah zona euro sekali lagi bergerak lebih tinggi pada perdagangan awal Senin karena eskalasi konflik terbaru menyisakan sedikit tempat berlindung bagi investor.

Sebelumnya, setelah Trump mengeluarkan ultimatum kepada Iran yang menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz, dan Iran mengancam pembeli obligasi Treasury AS, Nic Puckrin, salah satu pendiri Coin Bureau, mengatakan ini dapat mengakhiri reli emas jangka panjang tahun lalu.

"Taruhan dalam perang Iran baru saja meningkat dan apa yang kita lihat adalah pelarian terakhir menuju keamanan. Inilah tepatnya bagaimana perdagangan momentum yang ramai berakhir,” kata Puckrin.

"Apa yang kita lihat pada logam mulia menandakan bahwa bank sentral dan negara-negara Teluk memanfaatkan cadangan emas yang telah mereka bangun selama beberapa tahun terakhir. Fokus telah bergeser dari akumulasi ke pelestarian modal. Ini akan secara alami membatasi harga emas,” ia menambahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya