Pesawat Air Canada Tabrak Truk Pemadam di Bandara LaGuardia, Pilot dan Kopilot Tewas

Pesawat Air Canada menabrak truk pemadam kebakaran saat mendarat di LaGuardia Airport, Amerika Serikat (AS).

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 24 Maret 2026, 06:57 WIB
Pesawat Air Canada menabrak truk pemadam kebakaran saat mendarat di LaGuardia Airport, Amerika Serikat. (Foto: Tangkapan Layar Sosmed)

Liputan6.com, Jakarta - Pesawat Air Canada menabrak truk pemadam kebakaran saat mendarat di LaGuardia Airport, Amerika Serikat. Insiden ini menyebabkan dua orang tewas dan puluhan penumpang terluka, serta memicu penyelidikan besar terkait keselamatan penerbangan.

Dilansir dari Aljazeera, Selasa (24/3/2026), pilot dan kopilot dilaporkan meninggal dunia setelah bagian kokpit dan depan pesawat hancur akibat benturan. Sebanyak 41 penumpang serta dua petugas pemadam dilarikan ke rumah sakit.

Dari jumlah tersebut, 32 orang telah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani perawatan akibat luka serius.

Seorang pramugari ditemukan selamat di luar pesawat dalam kondisi masih terikat di kursinya. Ia mengalami luka serius namun tidak mengancam jiwa, setelah kursinya dilaporkan terlepas dan jatuh melalui lubang di lantai pesawat.

Pesawat jenis CRJ-900 yang dioperasikan Jazz Aviation sebagai penerbangan Air Canada AC8646 dari Montreal ini membawa 72 penumpang dan empat awak saat insiden terjadi.

Beberapa menit sebelum tabrakan, sebuah truk pemadam milik otoritas pelabuhan sedang merespons laporan bau mencurigakan di pesawat United Airlines.

Sekitar pukul 23.40 waktu setempat pada Minggu, 22 Maret 2026, pesawat Air Canada tersebut menabrak truk pemadam di landasan saat mendarat.

Rekaman audio menunjukkan pengendali lalu lintas udara sempat memberi izin kepada truk untuk melintasi landasan. Namun, saat pesawat mendekat, pengendali mencoba menghentikan kendaraan tersebut.

"Truck One, stop, stop, stop!," teriak pengendali beberapa detik sebelum tabrakan.

Data Flightradar24 mencatat pesawat menghantam truk dengan kecepatan sekitar 39 km/jam.

 

Dugaan Penyebab Kecelakaan

Pesawat Air Canada menabrak truk pemadam kebakaran saat mendarat di LaGuardia Airport, Amerika Serikat. (Foto: Tangkapan Layar Sosmed)

Otoritas Amerika Serikat dan Kanada masih menyelidiki penyebab insiden, dengan fokus awal pada koordinasi lalu lintas udara.

Penyeberangan landasan memerlukan komunikasi ketat antara pengendali darat dan menara. Mereka harus memastikan landasan kosong sebelum memberi izin kendaraan melintas.

Sekitar 20 menit setelah kejadian, salah satu pengendali mengakui kesalahan.

"Kami sebelumnya menangani situasi darurat. Saya melakukan kesalahan," ujarnya.

Mantan Inspektur Jenderal Departemen Transportasi AS, Mary Schiavo, menilai pengelolaan lalu lintas udara dan darat menjadi kunci penyelidikan.

"Saya tidak tahu berapa banyak peringatan yang dibutuhkan FAA, tetapi ini sudah terjadi selama bertahun-tahun, dan beberapa kecelakaan paling mengerikan justru terjadi di darat di bandara," katanya.

Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) disebut masih kekurangan sekitar 3.000 pengendali lalu lintas udara. Meski demikian, Bandara LaGuardia dinilai tidak mengalami masalah kekurangan staf kronis.

Namun, kecelakaan terjadi saat shift malam, ketika jumlah petugas lebih sedikit. Penyelidik akan menelusuri kemungkinan faktor kelelahan dan pola kerja.

Insiden ini juga terjadi di tengah gangguan operasional bandara AS akibat kekurangan staf keamanan. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa agen imigrasi akan membantu operasional keamanan.

 

Kondisi Bandara

Pesawat Air Canada menabrak truk pemadam kebakaran saat mendarat di LaGuardia Airport, Amerika Serikat. (Foto: Tangkapan Layar Sosmed)

Bandara LaGuardia merupakan bandara tersibuk ke-19 di Amerika Serikat pada 2024, dengan lebih dari 16,7 juta penumpang.

Terletak di Queens, New York City, bandara ini dikenal padat dengan jadwal penerbangan yang ketat dan koordinasi tinggi antara pesawat dan kendaraan darat.

Setelah insiden, bandara sempat ditutup dan kembali dibuka sebagian sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Penerbangan pertama yang dijadwalkan kembali beroperasi adalah rute Frontier menuju Atlanta pukul 14.00.

Presiden AS Donald Trump menyebut kejadian ini sebagai peristiwa "mengerikan".

"Ini adalah bisnis yang berbahaya, dan sebuah kesalahan telah terjadi," ujarnya.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyampaikan belasungkawa dan memastikan dukungan terhadap proses investigasi.

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menyebut insiden ini sebagai "tabrakan tragis", sementara Gubernur New York Kathy Hochul menggambarkannya sebagai peristiwa yang "menyayat hati".

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya