Liputan6.com, Jakarta - Manchester City dinobatkan sebagai juara Carabao Cup musim 2025/2026 setelah menundukkan Arsenal dengan skor 2-0 di Wembley Stadium, Minggu 22 Maret 2026 malam WIB.
Dua gol yang keduanya dicetak Nico O'Reilly di babak kedua menjadi kunci kemenangan tim asuhan Josep Guardiola atas rival mereka malam itu.
Advertisement
Laga berlangsung sengit sejak menit pertama. Arsenal tampil ngotot di fase awal pertandingan, namun tidak mampu mengkonversi peluang-peluang yang mereka ciptakan menjadi gol.
City kemudian mengambil alih jalannya pertandingan setelah interval. O'Reilly menjadi sosok pembeda dengan dua gol dalam rentang waktu singkat, yakni menit ke-60 dan ke-64, yang menutup peluang Arsenal untuk bangkit.
Trofi ini resmi menjadi milik Manchester City, sementara Arsenal besutan Mikel Arteta harus puas pulang dengan tangan hampa sebagai runner-up.
Babak Pertama
Arsenal langsung tancap gas begitu wasit meniup peluit awal. Peluang berbahaya sudah tercipta pada menit ke-7 ketika Kai Havertz menerima umpan terobosan Martin Zubimendi dan lolos ke dalam kotak penalti.
Namun kiper James Trafford tampil luar biasa. Ia berhasil mementahkan tembakan Havertz, lalu secara beruntun menggagalkan dua peluang Bukayo Saka yang datang sesudahnya.
City secara bertahap mulai menemukan irama permainan mereka. Serangan dibangun melalui pergerakan Antoine Semenyo dan Jeremy Doku di kedua sisi sayap.
Peluang terbaik City sepanjang babak pertama muncul tepat di menit ke-45. Semenyo merangsek dari kanan sebelum melepas umpan silang ke arah Erling Haaland, tapi sundulan bomber Norwegia itu melambung tipis melewati mistar.
Kedua tim tampil dengan pendekatan yang berhati-hati sepanjang 45 menit pertama. Lini pertahanan masing-masing bekerja efektif sehingga peluang bersih menjadi barang langka di laga ini.
Arsenal tercatat sedikit lebih produktif dalam menciptakan ancaman, namun tidak ada satu pun gol yang tercipta hingga turun minum.
Babak Kedua
Babak kedua dibuka dengan tempo yang belum banyak berubah. City perlahan mulai berani keluar menyerang dan meningkatkan intensitas tekanan mereka.
Haaland nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-49 lewat tembakan jarak dekat. Namun upayanya masih berhasil diblok oleh barisan pertahanan Arsenal.