Citra Buana Prasida (CBPE) Lebarkan Sayap ke Service ApartmentTambah Anak Usaha Baru

PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) resmi melakukan langkah ekspansi dengan masuk ke sektor hunian berlayanan.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 22 Maret 2026, 12:00 WIB
PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) resmi melakukan langkah ekspansi dengan masuk ke sektor hunian berlayanan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Emiten yang bergerak dibidang real estat dan properti, PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) resmi melakukan langkah ekspansi dengan masuk ke sektor hunian berlayanan atau service apartment melalui penyertaan saham di PT Tanaya Hema Senopati.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi BEI, dikutip Minggu (22/3/2026), Sekretaris Perusahaan Citra Buana Prasida, Albert Karnof Purba, mengungkapkan bahwa CBPE telah melakukan setoran modal sebesar Rp 999 juta kepada Tanaya Hema Senopati. Aksi tersebut bertujuan untuk memperkuat pijakan perusahaan di lini usaha baru yang tengah berkembang.

"Nilai setoran modal Rp 999.000.000 dengan tujuan ambil bagian saham untuk memperluas jangkauan usaha di bidang service apartement," kata Albert.

Dalam keterbukaan informasi tertanggal 18 Maret 2026, manajemen menjelaskan bahwa investasi ini dilakukan sebagai upaya diversifikasi usaha, khususnya di sektor properti berbasis layanan. Service apartment dinilai memiliki prospek yang menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan hunian fleksibel.

Setoran modal tersebut telah direalisasikan pada 17 Maret 2026 dengan menggunakan dana internal perusahaan. Langkah ini sekaligus menandai keseriusan CBPE dalam memperluas jangkauan bisnisnya tanpa bergantung pada pendanaan eksternal.

Maka melalui transaksi ini, Albert menegaskan bahwa PT Tanaya Hema Senopati resmi menjadi entitas anak yang akan dikonsolidasikan dalam laporan keuangan CBPE.

"Sumber dana yang digunakan oleh PT Citra Buana Prasida Tbk adalah dari kas Perusahaan Setoran Modal telah selesai dilaksanakan pada tanggal kejadian," ujarnya.

 

Dampak dan Strategi Jangka Panjang

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Manajemen memastikan bahwa aksi korporasi ini tidak membawa dampak negatif terhadap operasional, kondisi keuangan, maupun aspek hukum perusahaan. Sebaliknya, langkah ini diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis ke depan.

Albert menegaskan bahwa investasi tersebut selaras dengan strategi diversifikasi yang tengah dijalankan perseroan. Fokus utama perusahaan adalah menjaga keberlanjutan usaha melalui pengembangan lini bisnis yang potensial dan relevan dengan kebutuhan pasar.

"Transaksi ini tidak akan berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya