Konvoi Takbiran Dilarang Melintasi Jalur Utama Mudik di Cianjur, Ini Alasannya

Polisi melarang kegiatan takbiran keliling dalam bentuk iring-iringan atau konvoi kendaraan, khususnya di jalur utama mudik.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 20 Maret 2026, 23:31 WIB
Warga konvoi menggunakan bus saat merayakan malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 2019 di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (4/6/2019). Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah jatuh pada hari Rabu 5 Juni 2019. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi melarang kegiatan takbiran keliling dalam bentuk iring-iringan atau konvoi kendaraan di jalur utama mudik. Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas yang saat ini masih dipadati pemudik menjelang Lebaran 2026.

Masyarakat disarankan untuk tidak turun ke jalan raya dan beralih menggelar takbir bersama di masjid yang ada di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi menegaskan bahwa penggunaan kendaraan, terutama bak terbuka, sangat beresiko membahayakan keselamatan jiwa sekaligus memicu kemacetan parah di jalur utama.

"Kami mengimbau masyarakat ikut serta menjaga ketertiban dan keselamatan dalam menyambut hari kemenangan. Masyarakat harus lebih meningkatkan kesadaran bahwa keselamatan di jalan merupakan hal yang utama," ujar Alexander, Jumat (20/3/2026).

Ia menambahkan bahwa esensi malam takbir akan lebih bermakna jika dilaksanakan di tempat ibadah tanpa harus merugikan diri sendiri maupun orang lain melalui konvoi kendaraan.

Meskipun larangan telah disosialisasikan secara luas, Polres Cianjur tetap menyiagakan personel di sejumlah titik strategis guna memastikan tidak ada warga yang melanggar. 

 

Ambil Langkah Persuasif

Kemacetan terjadi saat warga konvoi menggunakan bus untuk merayakan malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 2019 di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (4/6/2019). Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah jatuh pada hari Rabu 5 Juni 2019. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jika ditemukan konvoi yang berpotensi membahayakan, petugas di lapangan akan memberikan imbauan secara langsung.

"Kami melakukan pendekatan persuasif agar masyarakat membubarkan diri dan kembali ke lingkungan tempat tinggal masing-masing guna menggelar takbir bersama di masjid tanpa harus konvoi kendaraan," ungkapnya.

Hingga H-1 Lebaran, volume kendaraan pemudik yang melintas di jalur mudik Cianjur terpantau masih tinggi. 

Alexander menekankan, penempatan anggota di berbagai titik bertujuan untuk mengedukasi masyarakat demi kenyamanan bersama.

"Kita sebar anggota ke sejumlah titik guna mengimbau masyarakat agar melakukan kegiatan pada malam takbir cukup di masjid di lingkungan tempat tinggal masing-masing," terang dia.

Infografis Jalur Diprediksi Macet Saat Mudik Lebaran 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya