Gunung Semeru Dua Kali Erupsi Pagi Ini

Erupsi yang terjadi dua kali dalam waktu singkat menunjukkan aktivitas Gunung Semeru masih fluktuatif, sehingga masyarakat diminta tetap waspada.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 20 Maret 2026, 10:39 WIB
Gunung Semeru

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, Jumat (20/3) kembali mengalami erupsi.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.26 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukijo dalam laporannya, Jumat (20/3/2026).

Dia menuturkan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Saat laporan itu dibuat, erupsi pun masih berlangsung.

Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 06.40 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl.

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik," kata Mukijo seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Karenanya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

 

Imbauan ke Masyarakat

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama, sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya