Penjualan Mobil Listrik Honda Menyedihkan

Honda tidak berencana untuk memproduksi generasi kedua crossover Prologue setelah berakhirnya tahun ini

oleh Arief AszhariDiterbitkan 21 Maret 2026, 18:38 WIB
Honda Prologue, SUV listrik Honda terbaru (carscoops.com)

Liputan6.com, Jakarta - Usaha besar Honda untuk menhadirkan kendaraan listrik di Amerika Serikat akan segera berakhir. Tidak hanya karena perusahaan asal Jepang ini membatalkan proyek tiga model listrik, tapi juga rencana penghentian produksi dari Prologue.

Disitat dari Auto News, yang dikutip dari AutoForecast Solutions, Honda tidak berencana untuk memproduksi generasi kedua crossover Prologue setelah berakhirnya tahun ini. Dan jika itu terjadi, merek berlambang 'H' ini secara efektif bakal keluar dari pasar kendaraan listrik (EV) di pasar Amerika Serikat (AS) sepenuhnya.

Honda Prologue sendiri, yang diluncurkan pada 2024 mendapatkan sambutan yang sangat positif di pasaran. Hampir 39 ribu unit model bertenaga listrik tersebut terjual pada 2025, karena dibantu insentif besar dan pajak kredit federal.

Namun, dengan insentif untuk mobil listrik berakhir, penjualan Honda Prologue kemudian terjun bebas.

Pengiriman pada awal 2026 turun sekitar 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, Honda telah memangkas produksi hingga hampir setengahnya dan sekarang memperkirakan akan menjual kurang dari 18.000 unit tahun ini.

Sementara itu, Honda belum memberikan konfirmasi resmi terkait masa depanPrologue.

Dalam pernyataan resminya, Honda hanya menyebut bahwa informasi yang beredar masih bersifat spekulatif dan menegaskan bahwa model tersebut masih menjadi bagian dari lini produk saat ini.

Honda Prologue dibangun atas platform Ultium dari GM, menawarkan jarak tempuh hingga 296 mil dan dukungan fitur andalan Honda seperti Apple CarPlay atau Android Auto nirkabel, layar infotainment besar, serta desain sporty lewat suspensi multilink.

Honda Setop Proyek Tiga Mobil Listrik Global, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Honda menghadapi kerugian besar hingga 2,5 triliun yen atau sekitar Rp265,4 triliun setelah memutuskan untuk tidak meluncurkan tiga kendaraan listrik globalnya.

Tiga model tersebut adalah Honda 0 Saloon, Honda 0 SUV, serta crossover listrik Acura RSX.

Keputusan ini diambil menyusul perubahan strategi global di tengah menurunnya permintaan kendaraan listrik di beberapa pasar utama, khususnya Amerika Serikat.

Padahal, ketiga model tersebut sebelumnya diproyeksikan menjadi motor penggerak baru bagi lini elektrifikasi Honda di pasar Amerika Utara.

Dilansir dari Carscoops, keputusan pembatalan ini membuat masa depan strategi kendaraan listrik Honda terlihat kurang bergairah dalam jangka pendek.

Pabrikan asal Jepang tersebut menilai, memaksakan peluncuran kendaraan listrik baru di tengah kondisi pasar yang lesu justru berpotensi memperburuk kinerja bisnis mereka dalam jangka panjang.

“Honda menyimpulkan bahwa memulai produksi dan penjualan ketiga model ini dalam lingkungan bisnis saat ini, di mana permintaan kendaraan listrik menurun secara signifikan, kemungkinan akan mengakibatkan kerugian lebih lanjut dalam jangka panjang,” tulis Honda dalam pernyataannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya