Liputan6.com, Sanaa - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama para mitranya merilis rencana kebutuhan dan respons kemanusiaan untuk Yaman tahun ini dengan total permohonan dana sebesar Rp36,7 triliun. Dana tersebut ditujukan untuk menjangkau jutaan warga yang terdampak krisis berkepanjangan di negara itu.
Wakil juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Farhan Haq, mengatakan rencana tersebut menargetkan bantuan penyelamatan jiwa bagi sekitar 12 juta orang di seluruh Yaman. Dari jumlah itu, lebih dari 9 juta orang berada dalam kondisi paling rentan, menghadapi kelaparan ekstrem, malnutrisi parah, pengungsian, risiko penyakit, hingga minimnya akses terhadap layanan dasar.
Advertisement
Menurut Haq, kebutuhan kemanusiaan di Yaman terus meningkat akibat kombinasi konflik berkepanjangan, kemerosotan ekonomi, gelombang pengungsian, wabah penyakit, serta dampak perubahan iklim, dikutip dari laman Antara News, Jumat (20/3/2026).
“Secara keseluruhan, lebih dari 22 juta orang, atau lebih dari separuh populasi, membutuhkan bantuan kemanusiaan,” ujarnya dalam taklimat harian, Rabu (18/3).
Krisis pangan masih menjadi salah satu persoalan paling mendesak. Lebih dari 18 juta warga Yaman dilaporkan mengalami kerawanan pangan akut, sementara lebih dari 2 juta anak di bawah usia lima tahun menderita malnutrisi akut.
Di sektor kesehatan, situasi juga memburuk. Hampir 40 persen fasilitas kesehatan di Yaman dilaporkan hanya beroperasi sebagian atau bahkan tutup, sehingga memperparah akses layanan bagi masyarakat.
OCHA menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan saja tidak cukup untuk mengatasi krisis ini. Upaya jangka panjang diperlukan, termasuk pemulihan layanan dasar, penguatan mata pencaharian masyarakat, serta peningkatan ketahanan komunitas.
PBB menekankan bahwa solusi berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui penyelesaian politik yang dipimpin oleh Yaman sendiri.