Liputan6.com, Jakarta - Portofolio investasi Bill Gates melalui Gates Foundation ternyata tidak didominasi oleh Microsoft, perusahaan yang ia dirikan. Justru, saham terbesar dalam portofolio tersebut adalah Berkshire Hathaway.
Gates Foundation, yang didirikan pada 2000, merupakan salah satu lembaga filantropi terbesar di dunia. Hingga kini, yayasan tersebut telah menggelontorkan lebih dari USD 102 miliar untuk kegiatan amal.
Advertisement
Berdasarkan data terbaru, dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (20/3/2026), dana kelolaan trust yayasan ini mencapai USD 86 miliar, dengan lebih dari USD 35 miliar diinvestasikan dalam saham publik.
Dari sekitar dua lusin saham yang dimiliki, satu saham menyumbang sekitar 28% dari total portofolio, yakni Berkshire Hathaway.
Pada akhir 2025, Gates Foundation tercatat memiliki sekitar 19,4 juta saham kelas B Berkshire Hathaway dengan nilai sekitar USD 9,8 miliar.
Selain itu, portofolio juga mencakup saham besar lainnya seperti Waste Management dan Canadian National Railway. Sementara Microsoft berada di posisi keempat dengan porsi sekitar 10,5%.
Donasi Warren Buffett Jadi Faktor Utama
Kepemilikan besar Berkshire Hathaway di portofolio Gates Foundation bukan semata karena pertimbangan investasi.
Hal ini juga dipengaruhi oleh donasi rutin dari investor legendaris Warren Buffett.
Buffett selama bertahun-tahun memberikan kontribusi besar kepada Gates Foundation dalam bentuk saham Berkshire Hathaway.
Sejak 2006 hingga 2024, total donasi Buffett mencapai USD 43,3 miliar dalam bentuk saham tersebut.
Namun, nilai kepemilikan saat ini hanya sekitar USD 9,8 miliar karena yayasan secara bertahap menjual saham untuk mendanai kegiatan amal.
Pada kuartal IV 2025 saja, Gates Foundation menjual sekitar 2,36 juta saham Berkshire Hathaway dengan nilai lebih dari USD 1 miliar.
Microsoft Tetap Penting, Tapi Bukan yang Terbesar
Meski bukan yang terbesar, saham Microsoft tetap menjadi salah satu aset utama dalam portofolio Gates Foundation.
Kepemilikan ini berasal dari kontribusi Bill Gates sendiri, yang dulunya memiliki sekitar 45% saham Microsoft saat perusahaan melantai di bursa.
Kini, kepemilikan Gates di Microsoft tersisa kurang dari 1%, sebagian besar karena disumbangkan ke yayasan.
Berkshire Hathaway dan Microsoft menjadi dua saham yang rutin dijual untuk mendanai kegiatan filantropi, sementara saham lainnya cenderung disimpan untuk investasi jangka panjang.
Bagi investor, keputusan untuk membeli saham Berkshire Hathaway tetap perlu dipertimbangkan secara matang.
Tim analis Motley Fool bahkan menyebut saham ini tidak termasuk dalam daftar 10 saham terbaik untuk dibeli saat ini, meskipun tetap memiliki potensi jangka panjang.
Sebagai perbandingan, saham seperti Netflix dan Nvidia pernah direkomendasikan sebelumnya dan menghasilkan imbal hasil besar bagi investor dalam jangka panjang.