Top 3 News: Kapolri Tegaskan Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Masih Diburu, 86 CCTV Disisir

Top 3 news hari ini terkait Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan jajarannya terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

oleh Devira PrastiwiDelvira HutabaratAdy AnugrahadiLizsa EgehamDiterbitkan 19 Maret 2026, 09:30 WIB
Dua pengendara motor yang diduga menyiram air keras ke Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini terkait Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan jajarannya terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Pernyataan itu disampaikan Listyo usai menghadiri pelepasan mudik gratis di Polda Metro Jaya, pada Rabu 18 Maret 2026. Listyo menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar kasus ini diusut secara tuntas.

Dalam proses penyelidikan, Listyo mengungkapkan sebanyak 86 rekaman CCTV sudah disita untuk mengetahui pergerakan para pelaku. Dari rekaman itu juga, penyidik juga masih melakukan pendalaman guna mengungkap identitas para pelaku.

Sementara itu, JK atau Jusuf Kalla, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) bertemu Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi membahas soal pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Iran.

JK menegaskan Indonesia melalui PMI berkomitemn membantu masyarakat sipil Iran yang terdampak konflik. JK menyebutkan, bantuan dari PMI akan diberikan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di Iran, khususnya dalam bentuk obat-obatan yang akan disalurkan melalui negara-negara terdekat.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya ngabuburit atau mengisi waktu berbuka puasa dengan menerima kedatajgan Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Musik, Generasi Muda, dan Pekerja Seni yakni, Yovie Widianto serta Raffi Ahmad.

Pertemuan dilakukan di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu 18 Maret 2026. Dia mengatakan salah satu hal yang dibahas yakni, mengenai usulan agar Bahasa Indonesia tak hanya sebagai alat komunikasi saja. Teddy menuturkan Bahasa Indonesia harus menjadi kekuatan identitas bangsa.

Teddy menekankan Bahasa Indonesia harus mendunia seperti bahasa negara-negara lain, meski hanya beberapa kata saja. Dia mencontohkan kata-kata populer dari Bahasa Korea yakni, Saranghae (aku cinta kamu) atau Xièxie (terima kasih) dari Bahasa Mandarin.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Rabu 18 Maret 2026:

1. Kapolri Tegaskan Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Masih Diburu, 86 CCTV Sudah Disisir

Seorang aktivis memegang poster saat demonstrasi mendukung Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal, Yogyakarta, 14 Maret 2026. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal. (DEVI RAHMAN/AFP)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan jajarannya terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Pernyataan itu disampaikan Listyo usai menghadiri pelepasan mudik gratis di Polda Metro Jaya, pada Rabu 18 Maret 2026.

Listyo menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar kasus ini diusut secara tuntas.

"Kemarin bapak presiden sudah jelas memerintahkan kita harus mengusut tuntas, tentunya saat ini Polri sedang bekerja," kata Listyo dalam keterangannya, Rabu 18 Maret 2026.

Dalam proses penyelidikan, Listyo mengungkapkan sebanyak 86 rekaman CCTV sudah disita untuk mengetahui pergerakan para pelaku. Dari rekaman itu juga, penyidik juga masih melakukan pendalaman guna mengungkap identitas para pelaku.

"Tentunya kita tidak berhenti sampai di situ. Namun juga mencari sumber-sumber informasi, alat bukti lain, barang bukti lain," ujar Listyo.

 

Selengkapnya...

2. JK Bertemu Dubes Iran: PMI Siap Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Rakyat Iran

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) JK atau Jusuf Kalla bertemu Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, Rabu (18/3/2026). (Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

JK atau Jusuf Kalla, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) bertemu Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi membahas soal pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Iran.

"Jadi tadi saya menerima Bapak Dubes Iran. Kita berbicara tentang kemanusiaan, bagaimana korban rakyat Iran dalam perang dengan Amerika dan ini," ujar JK di Markas Pusat PMI, Jakarta, Rabu 18 Maret 2026.

JK menegaskan Indonesia melalui PMI berkomitemn membantu masyarakat sipil Iran yang terdampak konflik.

"Kita Indonesia memang selalu berpihak Palang Merah membantu masyarakat sipil yang jadi korban daripada perang itu," ucap dia.

 

Selengkapnya...

3. Seskab Teddy: Bahasa Indonesia Harus Mendunia seperti Saranghae dan Xièxie

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya ngabuburit atau mengisi waktu berbuka puasa dengan menerima kedatajgan Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Musik, Generasi Muda, dan Pekerja Seni yakni, Yovie Widianto serta Raffi Ahmad. (Liputan6.com/ Dok Ist)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya ngabuburit atau mengisi waktu berbuka puasa dengan menerima kedatajgan Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Musik, Generasi Muda, dan Pekerja Seni yakni, Yovie Widianto serta Raffi Ahmad. Pertemuan dilakukan di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu 18 Maret 2026.

"Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, diskusi berjalan produktif dengan menekankan penguatan koordinasi lintas sektor," kata Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, Rabu 18 Maret 2026.

Dia mengatakan salah satu hal yang dibahas yakni, mengenai usulan agar Bahasa Indonesia tak hanya sebagai alat komunikasi saja. Teddy menuturkan Bahasa Indonesia harus menjadi kekuatan identitas bangsa.

"Salah satu poin utama yang dibahas adalah usulan untuk menempatkan Bahasa Indonesia tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai modal kreatif dan kekuatan identitas bangsa yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif," tuturnya.

 

Selengkapnya...

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya