Emiten APLN Raup Penjualan Rp 3,56 Triliun pada 2025

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) catat penjualan dan pendapatan usaha turun 36,05% dan laba merosot 82,19% pada 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Maret 2026, 20:01 WIB
The Garden House adalah tipe terbaru Parkland Podomoro Karawang yang memiliki kelebihan pada Inner Courtyard atau taman tengah yang didesain untuk memberikan ruang hijau di tengah rumah.

Liputan6.com, Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat kinerja keuangan lesu pada 2025. Perseroan mencatat penurunan penjualan dan pendapatan usaha serta laba sepanjang 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu, (18/3/2026),PT Agung Podomoro Land Tbk meraup penjualan dan pendapatan usaha Rp 3,56 triliun pada 2025. Penjualan dan pendapatan usaha perseroan turun 36,05% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,57 triliun.

Seiring penjualan dan pendapatan usaha yang merosot itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 82,19% menjadi Rp 112,84 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 633,86 miliar.

Perseroan mencatat beban pokok penjualan dan beban langsung terpangkas  33,23% menjadi Rp 2,09 triliun dari 2024 sebesar Rp 3,13 triliun. Seiring hal itu, laba bruto terperosok 39,6% menjadi Rp 1,47 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,44 triliun. Penurunan ini disebabkan pada 2024 terdapat penjualan aset hotel Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention.

Laba sebelum pajak anjlok 69,27% menjadi Rp 248,66 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 809,4 miliar.Dengan demikian, laba per saham dasar turun menjadi Rp 4,97 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 27,92.

Ekuitas turun tipis 0,80% dari Rp 13,78 triliun pada 2024 menjadi Rp 13,67 triliun pada 2025. Liabilitas merosot 8,54% menjadi Rp 11,28 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 12,33 triliun. Aset turun 4,45% menjadi Rp 24,95 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 26,11 triliun.

Corporate Secretary APLN Justini Omas menuturkan, kinerja selama 2025 menunjukkan ketahanan model bisnis perseroan yang didukung oleh kombinasi pengembangan proyek seperti dan pengelolaan aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang.

“Kami terus mengoptimalkan setiap aset agar dapat menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Beberapa proyek properti juga mengalami peningkatan nilai yang luar biasa, sehingga menguntungkan perusahaan,” ujar Justini Omas melalui keterangan resmi, Rabu (18/3/2026).

 

Pendapatan Berulang

The Eastern di Tower Ekki tentu jadi pilihan tepat buat Kamu! The Eastern di kawasan PGV yang sudah jadi, dengan view masjid dan Islamic center. (Gambar: dok. Agung Podomoro Land)

Sepanjang 2025, APLN membukukan pengakuan penjualan sebesar Rp 2,21 triliun. Penjualan rumah tinggal menjadi salah satu kontributor utama dengan nilai mencapai Rp 1,06 triliun, disusul penjualan apartemen sebesar Rp 588,18 miliar, dan penjualan tanah sebesar Rp 247,18 miliar. Di segmen properti komersial, Perseroan juga mencatatkan penjualan rumah toko (ruko) sebesar Rp 243,49 miliar.

APLN mencatatkan pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp 1,36 triliun yang berasal dari bisnis hotel, penyewaan pusat perbelanjaan, serta pendapatan lainnya.

Saat ini APLN memiliki dan mengoperasikan sejumlah hotel antara lain Pullman Grand Central Bandung dan Hotel Indigo Bali Seminyak Beach, serta beberapa pusat perbelanjaan seperti Senayan City, Kuningan City, Baywalk Mall, Emporium Pluit Mall, Central Park Mall, Central Park 2, Festival Citylink, DeliPark Mall Medan, dan Plaza Balikpapan.

 

Marketing Sales

Marketing Director PT Agung Podomoro Land Tbk. Agung Wirajaya (kiri) dan Presiden Direktur PT Era Indonesia Darmadi Darmawangsa (kanan) mengatakan walau sempat terdampak pandemi, kini saatnya sektor properti bangkit kembali dan menjadi salah satu penopang pemulihan ekonomi Indonesia.

Menurut Justini, pada 2025 nilai marketing sales tercatat sebesar Rp 1,41 triliun yang berasal dari berbagai proyek unggulan yang dikembangkan di sejumlah kota di Indonesia.

Ke depan Perseroan akan terus memperkuat strategi pengembangan proyek yang sesuai dengan kebutuhan pasar, khususnya hunian dan kawasan terpadu yang menawarkan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kami melihat kebutuhan terhadap hunian di kelompok menengah masih tetap tinggi. Oleh karena itu, Perseroan akan terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen dan memastikan setiap proyek properti APLN mampu memberikan nilai yang terus meningkat,” ujar Justini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya