Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Istiqomah Cinta Episode Rabu 18 Maret menceritakan, Monika justru menunjukkan reaksi yang sangat berlawanan dari yang seharusnya ketika mengetahui kondisi Alika. Alih-alih bersedih, ia malah merasa senang karena Alika didiagnosis mengidap penyakit langka yang mematikan, yaitu gangguan saraf genetik yang tidak memiliki obat.
Dalam pikirannya, kondisi itu menjadi peluang besar agar Alika segera pergi, sehingga ia bisa memiliki Fathan sepenuhnya. Demi mewujudkan keinginannya, Monika bahkan menekan Linda agar berpura-pura ikut bahagia melihat keadaan Alika. Ia tidak segan mengancam akan membuka rahasia besar mengenai identitas ayah kandung Fathan jika Linda tidak menuruti keinginannya.
Advertisement
Di sisi lain, Emran berhasil menemukan keberadaan Khansa berkat firasat dan usahanya. Ia mendatangi Khansa di pesantren, tetapi sambutan yang diterimanya sangat dingin. Khansa menolak kehadirannya dan meminta Emran pergi.
Merasa terdesak dan takut kehilangan Khansa untuk selamanya, Emran akhirnya mengungkap sebuah kebenaran besar yang selama ini ia sembunyikan. Ia mengaku bahwa selama pernikahan mereka, ia tidak pernah benar-benar menjalani hubungan suami istri karena pernikahan tersebut tidak sah secara agama. Lebih mengejutkan lagi, Emran juga mengungkap bahwa Darto bukan ayah kandung Khansa, serta mengakui dirinya sebagai dalang di balik manipulasi hasil tes DNA di rumah sakit demi mencegah perceraian. Pengakuan itu membuat Khansa terdiam, diliputi rasa kaget yang mendalam.
Alika yang diam-diam mendengar percakapan tersebut awalnya mengira semua ini adalah jalan takdir agar Khansa dan Fathan bisa kembali bersama. Namun, ketika Khansa tetap menolak demi dirinya, Alika akhirnya menunjukkan kenyataan pahit.
Ia memperlihatkan hasil pemeriksaan medis yang menyatakan bahwa sisa hidupnya hanya berkisar antara beberapa minggu hingga beberapa bulan saja. Dengan penuh harap, Alika memohon kepada Khansa agar bersedia kembali bersama Fathan, karena keinginan terbesarnya sebelum meninggal adalah melihat Fathan hidup bahagia dengan orang yang tepat.