Pulau Kharg Bernilai Penting Bagi AS dan Iran, Ternyata Ini Alasannya

Pulau Kharg di Iran utara dikabarkan akan direbut oleh Amerika Serikat menyusl konflik antara AS dan Iran.

oleh Septian DenyDiterbitkan 18 Maret 2026, 11:00 WIB
Foto satelit dari Planet Labs PBC ini menunjukkan Pulau Kharg di Iran pada 26 Februari 2026. (Dok. Planet Labs PBC via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan merebut Pulau Kharg di Iran utara, sebuah langkah yang akan melibatkan penerjunan personel militer AS ke wilayah Iran secara langsung.

Dikutip dari Antara, Rabu (18/3/2026), laporan Axios menyebut, Trump disebut tertarik terhadap rencana merebut sepenuhnya Pulau Kharg karena dapat memberi "pukulan telak" bagi ekonomi Iran dan memutus pendanaan bagi Teheran. 

Mengapa Pulau Kharg Penting Bagi AS dan Iran?

Pulau Kharg terletak sekitar 25 km dari pesisir Teluk bagian barat laut di Iran.

Dengan panjang sekitar 6 km dan lebar 3 km, pulau tersebut menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran karena sebagian besar garis pantai Iran terlalu dangkal untuk kapal tanker besar.

Pulau itu berfungsi sebagai terminal utama ekspor minyak Iran sejak 1960-an, ketika fasilitasnya dibangun dengan keterlibatan perusahaan-perusahaan minyak AS.

Sejak saat itu, Teheran memperluas dan meningkatkan infrastrukturnya selama beberapa dasawarsa. Saat ini, minyak mentah yang dikirim dari Kharg menjadi sumber pendapatan utama pemerintah Iran.

Di pulau tersebut terdapat tangki penyimpanan, jaringan pipa, dan dermaga laut-dalam yang memungkinkan kapal tanker besar (supertanker) memuat minyak mentah. Banyak fasilitas terkonsentrasi dan terbuka, sehingga rentan terhadap serangan.

Kharg telah lama memiliki nilai strategis. Iran sangat mempertahankan pulau tersebut dan instalasi militer di sana.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Kamis (12/3) mengatakan bahwa setiap agresi terhadap pulau-pulau Iran akan "menghancurkan semua pengekangan".

 

 

Fasilitas Minyak

Kapal Republik Islam Iran (Kharg) ke Republik Indonesia. Dok: Kedubes Iran di Jakarta

Para pengamat mengatakan bahwa keputusan untuk tidak menyerang infrastruktur minyak bisa mensinyalkan strategi AS yang lebih luas.

Kantor berita Iran, Fars News Agency, pada Sabtu (14/3) mengonfirmasi bahwa serangan AS menghantam posisi pertahanan, pangkalan, dan fasilitas helikopter, sementara instalasi minyak tidak tersentuh.

Kalangan analis menyebutkan beberapa kemungkinan alasannya, yakni:

Pertama, mencegah terjadinya guncangan energi. Terganggunya ekspor dari Pulau Kharg dapat mendorong kenaikan harga minyak global, memperburuk inflasi dan risiko ekonomi di seluruh dunia, serta berpotensi menjadi bumerang bagi AS.

Kedua, menjaga potensi "rampasan". Beberapa analis energi berpendapat bahwa Washington mungkin ingin mempertahankan infrastruktur minyak Iran agar tetap utuh, seandainya kepemimpinan Teheran saat ini dilengserkan.

Dengan demikian, Washington mungkin sudah memperlakukan aset energi Iran sebagai potensi hadiah perang, bukan sebagai sasaran militer.

Ketiga, membatasi reaksi negatif di dalam negeri Iran. Serangan terhadap fasilitas energi sipil dapat menggalang dukungan publik bagi pemerintah, alih-alih melemahkannya.

 

 

 

 

 

AS Mau Rebut Pulau Kharg

Kapal Republik Islam Iran (Kharg) ke Republik Indonesia. Dok: Kedubes Iran di Jakarta

Beberapa laporan media AS menyebutkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan opsi untuk merebut pulau tersebut.

Merebut pulau itu akan melumpuhkan ekspor minyak Iran dan dapat memberikan daya tawar dalam negosiasi, kata para pakar keamanan.

Namun, kedekatannya dengan daratan Iran akan membuat setiap pasukan pendarat menjadi rentan terhadap serangan rudal, serangan drone, dan serangan dari laut, sehingga serangan amfibi menjadi jauh lebih berbahaya daripada serangan udara.

Seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada Fox News bahwa pengerahan tersebut memperluas opsi militer dan bahwa unit itu siap untuk melaksanakan operasi darat jika diperintahkan. Selesai

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya