Aksi Pencopet di Masjid Istiqlal Terbongkar, Pelaku Ternyata Sudah 3 Kali Beraksi

Seorang buruh Wardi (40) ditangkap setelah ketahuan mencuri HP milik jemaah.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 17 Maret 2026, 20:14 WIB
Mereka berkumpul untuk menikmati waktu berbuka puasa bersama pada hari pertama puasa Ramadan 1445 H.  (Liputan6.com, Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Aksi pencurian ponsel terjadi di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Seorang buruh Wardi (40) ditangkap setelah ketahuan mencuri HP milik jemaah.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 17 Maret 2026 sekitar pukul 04.00 WIB di ruang utama Masjid Istiqlal, Jalan Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Sawah Besar. Pelajar RJK (19), kehilangan satu unit telepon genggam.

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Rahmat Himawan menerangkan, kejadian bermula saat korban hendak keluar dari ruang utama masjid. Tiba-tiba, dia merasa didorong seseorang.

Beberapa saat kemudian, korban sadar ponselnya yang disimpan di kantong gamis sebelah kanan sudah raib. Curiga, korban langsung menghampiri orang yang mendorongnya.

Saat tangan pelaku dipegang, korban menanyakan keberadaan ponsel miliknya. Pelaku yang panik kemudian melempar tas totbag hitam yang dibawanya.

“Di dalam tas tersebut terdapat handphone milik pelapor. Korban sempat mengambil kembali HP-nya sebelum tas terlempar,” kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).

Pelaku Diamankan Petugas

Pelaku langsung diamankan oleh petugas keamanan Masjid Istiqlal, Muhammad Jabar Abdul Azis (21), sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Sawah Besar.

Hasil pemeriksaan awal, Wardi diketahui bukan sekali beraksi. Dia tercatat sudah tiga kali melakukan pencurian dalam beberapa hari terakhir di Masjid Istiqal.

"Pada tanggal 13 Maret 2026, pada waktu salat Jum’at pukul 12.00 WIB, handphone infinix Hot 40. Pada tanggal 14 Maret 2026 pukul 18.00 WIB, pada saat buka puasa bersama, handphone Redmi 10. Pada tanggal 15 Maret 2026, pukul 18.00 WIB, pada saat buka puasa bersama, handphone Samsung A15," ujar dia.

Setelah beraksi, pelaku mengaku menjual hasil curian melalui seorang pria bernama Jefry di kawasan Kramat Pulo, Senen. Barang kemudian dijual kembali kepada seseorang bernama Yudi.

"Terduga pelaku datang ke Masjid Istiqlal menggunakan sepeda motor Honda beat," tandas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya