Liputan6.com, Jakarta - Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang permukiman warga di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 80 rumah warga mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Puluhan rumah yang terdampak tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Rawa Jitu Timur dan Kecamatan Dente Teladas.
Advertisement
Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan peristiwa angin kencang terjadi dalam dua kejadian berbeda.
Bencana pertama terjadi pada Kamis (12/3/2026) dan berdampak pada 40 rumah warga. Sementara kejadian kedua berlangsung pada Minggu (15/3/2026) malam dengan jumlah rumah terdampak yang sama.
“BPBD Tulang Bawang melaporkan angin kencang yang terjadi saat hujan deras menyebabkan total 80 rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat,” kata Wahyu, Senin (16/3/2026).
Dia menjelaskan, rumah-rumah yang rusak tersebar di tiga wilayah permukiman.
Rinciannya yakni 22 unit rumah di Kelurahan Bumi Dipasena Sejahtera, 32 unit rumah di Kelurahan Dipasena Abadi, serta 26 unit rumah di Kampung Pasiran Jaya.
Perbaikan Darurat
Saat ini, tim BPBD Kabupaten Tulang Bawang bersama sejumlah pihak terkait masih berada di lokasi untuk membantu warga yang terdampak bencana. Tim gabungan juga melakukan perbaikan darurat pada rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan.
“Petugas masih bekerja di lapangan dengan membagi beberapa tim untuk membantu warga memperbaiki rumah yang rusak,” ujarnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Potensi Angin Kencang
Menurut Wahyu, selama periode musim hujan hingga masa peralihan menuju musim kemarau, potensi angin kencang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah di Lampung.
“Potensi angin kencang masih bisa terjadi hingga masa peralihan musim sampai sekitar April. Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem,” tandasnya.