7 Ide Kegiatan Anak saat Lebaran di Rumah yang Seru dan Edukatif

Yuk, intip 7 ide kegiatan anak saat Lebaran di rumah yang seru dan edukatif! Dari membuat kartu hingga mendongeng, Lebaran jadi lebih bermakna tanpa gadget.

oleh Tantiya Nimas NurainiDiterbitkan 21 Maret 2026, 17:02 WIB
Ide Kegiatan Anak Saat Lebaran di Rumah yang Seru dan Edukatif(foto/dok: freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Libur Lebaran merupakan momen yang sangat dinantikan oleh anak-anak, di mana mereka memiliki waktu lebih banyak untuk beristirahat, bermain, dan berkumpul bersama keluarga. Suasana kebersamaan saat Lebaran, seperti berkumpul dengan kerabat dan menikmati hidangan khas, dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak.

Namun, tanpa kegiatan yang terarah, anak cenderung menghabiskan waktu dengan gawai, seperti bermain game atau menonton video. Padahal, ada banyak cara untuk membuat momen libur Lebaran lebih seru dan bermakna bagi anak-anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menyiapkan beragam aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai pembelajaran.

Mengisi waktu libur Lebaran di dalam rumah tidak berarti harus membosankan. Ada beragam aktivitas indoor yang bisa mengasah kreativitas dan motorik anak tanpa perlu bergantung pada gawai. Dengan sedikit kreativitas dan perencanaan, liburan kali ini bisa menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan dan tak terlupakan bagi si kecil. Lantas apa saja ide kegiatan anak saat Lebaran di rumah yang seru dan edukatif? Melansir dari berbagai sumber, simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Membuat Kartu Ucapan Lebaran Kreatif

Membuat kartu ucapan dengan anak (created by AI)

Membuat kartu ucapan Lebaran sendiri adalah kegiatan yang menyenangkan dan edukatif bagi anak-anak. Aktivitas ini dapat melatih kreativitas, keterampilan motorik halus, serta kemampuan berekspresi anak. Membuat kartu ucapan sendiri dapat menjadi cara yang bagus untuk anak-anak mengekspresikan kreativitas mereka dan mengembangkan keterampilan motorik halus.

Anak-anak dapat menggunakan berbagai bahan seperti kertas warna-warni, glitter, stiker, spidol, atau bahkan bahan daur ulang untuk menghias kartu mereka. Mereka bisa menyiapkan kertas gambar, spidol warna-warni, glitter, stiker, atau kertas origami. Biarkan anak menggambar dan menulis ucapan Lebaran untuk keluarga atau saudara jauh, yang pasti akan lebih bermakna bagi penerimanya.

Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan anak tentang pentingnya berbagi kebahagiaan dan menjalin silaturahmi dengan mengirimkan kartu kepada keluarga atau teman. Mengirim kartu ucapan dapat mengajarkan anak-anak tentang pentingnya berbagi kebahagiaan dan menjaga hubungan baik dengan orang lain. Ini juga merupakan cara menjaga silaturahmi meski di rumah saja.

2. Memasak atau Membuat Kue Lebaran Bersama

Ide Kegiatan Anak saat Lebaran di Rumah. Foto: Gemini

Melibatkan anak-anak dalam proses memasak atau membuat kue Lebaran adalah cara yang bagus untuk mengajarkan mereka keterampilan hidup praktis dan konsep dasar matematika. Memasak bersama anak-anak dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan motorik halus, pemahaman tentang konsep matematika seperti pengukuran, dan kemampuan membaca resep.

Anak-anak dapat membantu mengukur bahan, mengaduk adonan, atau menghias kue kering. Mereka dapat terlibat dalam kegiatan sederhana seperti mencetak kue kering, mencampur adonan, atau menata kue di toples. Semua tugas ini berkontribusi pada pengembangan keterampilan mereka.

Kegiatan ini juga membangun ikatan keluarga dan menciptakan kenangan indah bersama. Memasak bersama keluarga adalah cara yang bagus untuk membangun ikatan dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan. Pilih resep yang sederhana dan aman untuk anak-anak, seperti kue kering tanpa oven atau puding, agar mereka dapat berpartisipasi dengan aman dan gembira.

3. Mendongeng Kisah Islami atau Sejarah Lebaran

Membaca cerita Islami atau kisah para nabi./copyright pexels/Timur Weber

Mendongeng adalah cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral dan pengetahuan sejarah kepada anak-anak. Saat Lebaran, orang tua dapat mendongeng kisah-kisah Islami, seperti kisah para nabi, atau menceritakan sejarah dan makna perayaan Idul Fitri. Mendongeng membantu anak-anak mengembangkan imajinasi, meningkatkan keterampilan bahasa, dan menanamkan nilai-nilai moral.

Kegiatan ini tidak hanya menghibur tetapi juga memperkaya pengetahuan agama dan budaya anak. Mendongeng tentang kisah-kisah agama dan sejarah dapat memperkaya pemahaman anak-anak tentang budaya dan tradisi mereka. Orang tua juga bisa berbagi cerita tentang sejarah keluarga, tradisi lama yang seru, atau kenangan Lebaran waktu kecil.

Orang tua dapat menggunakan buku cerita bergambar atau bahkan boneka tangan untuk membuat sesi mendongeng lebih menarik. Momen ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mengarahkan anak untuk minim screen time dan memperbanyak membaca buku.

4. Membuat Dekorasi Lebaran DIY (Do It Yourself)

Ide Kegiatan Anak saat Lebaran di Rumah (Gemini AI)

Membuat dekorasi Lebaran sendiri di rumah dapat menjadi proyek seni yang menyenangkan dan melibatkan seluruh anggota keluarga. Proyek DIY membantu anak-anak mengembangkan kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, dan koordinasi mata-tangan. Mengajak seluruh anggota keluarga untuk terlibat dalam kegiatan kreatif ini tidak hanya akan menghasilkan hiasan yang indah, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga.

Anak-anak dapat membuat lampion, kaligrafi sederhana, atau hiasan ketupat dari kertas. Beberapa ide dekorasi yang bisa dibuat antara lain membuat ketupat dari kertas origami atau daun kelapa untuk digantung sebagai hiasan, menciptakan kaligrafi bertema Lebaran untuk dipajang, atau membuat lampion dari bahan daur ulang.

Kegiatan ini tidak hanya mempercantik rumah untuk perayaan Lebaran tetapi juga memberikan rasa bangga kepada anak-anak atas hasil karya mereka. Ketika anak-anak membuat dekorasi sendiri, mereka merasakan kebanggaan atas pencapaian mereka dan merasa lebih terlibat dalam perayaan. Ini juga merupakan kesempatan untuk mengajarkan anak-anak tentang simbol-simbol Lebaran dan maknanya.

5. Permainan Edukatif Bertema Lebaran

Bermain dengan anak (created by AI)

Mengadakan permainan edukatif bertema Lebaran dapat membuat suasana rumah lebih meriah sekaligus mengasah kemampuan kognitif anak. Permainan edukatif membantu anak-anak mengembangkan keterampilan kognitif, pemecahan masalah, dan interaksi sosial. Contohnya adalah tebak kata atau kuis tentang pengetahuan Islam dan tradisi Lebaran.

Orang tua dapat menyiapkan hadiah kecil untuk pemenang agar anak-anak lebih termotivasi. Hadiah kecil dapat meningkatkan motivasi anak-anak untuk berpartisipasi dalam permainan edukatif dan belajar. Permainan papan seperti monopoli, scrabble, dan jenga juga dapat dijadikan pilihan untuk mengisi waktu bersama keluarga, yang bermanfaat mengasah fokus dan strategi si kecil.

Permainan ini juga dapat mencakup aktivitas fisik ringan seperti mencari "harta karun" yang berisi pertanyaan atau petunjuk terkait Lebaran. Selain itu, orang tua dapat menumbuhkan jiwa berkompetisi secara sehat pada anak melalui permainan papan, sehingga mereka belajar bekerja keras, sportif, dan tangkas.

6. Proyek Seni dan Kerajinan Tangan Bertema Islami/Lebaran

Peserta membuat kaligrafi kategori mushaf Alquran pada lomba MTQ Tingkat Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (18/9). Nantinya, para juara MTQ Tingkat Kota Tangerang Selatan dibina agar dapat berprestasi di tingkat nasional. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Selain dekorasi, anak-anak dapat diajak membuat proyek seni dan kerajinan tangan lain yang memiliki tema Islami atau Lebaran. Proyek seni dan kerajinan tangan membantu anak-anak mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik halus, dan kemampuan berekspresi diri. Kegiatan seni juga bisa membantu menyibukkan anak di rumah.

Misalnya, membuat mozaik dari kertas warna-warni berbentuk masjid, kaligrafi nama Allah atau Nabi Muhammad, atau membuat model Ka'bah sederhana. Orang tua dapat menyediakan berbagai bahan seperti cat air, krayon, kertas origami, atau tanah liat untuk eksplorasi kreatif.

Kegiatan ini tidak hanya mengembangkan bakat seni anak tetapi juga memperdalam pemahaman mereka tentang simbol-simbol dan nilai-nilai Islam. Melalui seni, anak-anak dapat mengeksplorasi dan memahami konsep-konsep budaya dan agama dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Pastikan anak bisa melakukan semuanya secara mandiri, dari menyiapkan peralatan hingga membersihkannya sendiri, untuk mengajarkan kemandirian.

7. Menulis Jurnal Syukur atau Resolusi Setelah Ramadhan

Ide Kegiatan Anak saat Lebaran di Rumah (Sumber: Pexels.com)

Mengajak anak-anak untuk menulis jurnal syukur atau resolusi setelah Ramadhan adalah kegiatan yang sangat edukatif untuk melatih refleksi diri dan menumbuhkan rasa syukur. Menulis jurnal syukur dapat membantu anak-anak mengembangkan sikap positif, meningkatkan kebahagiaan, dan mengurangi stres.

Anak-anak dapat menuliskan hal-hal yang mereka syukuri selama Ramadhan dan Lebaran, atau membuat daftar kebiasaan baik yang ingin mereka lanjutkan setelah bulan puasa. Menuliskan resolusi atau tujuan membantu anak-anak menetapkan target, mengembangkan disiplin diri, dan melatih perencanaan.

Kegiatan ini mendorong anak untuk berpikir positif, menghargai berkah yang mereka miliki, dan merencanakan masa depan dengan lebih baik. Refleksi diri melalui jurnal dapat membantu anak-anak memahami emosi mereka dan mengembangkan kecerdasan emosional. Menciptakan visi dan tujuan bersama memberikan arah positif untuk masa depan, serta meningkatkan antusiasme keluarga dalam mencapai impian bersama.

Pertanyaan & Jawaban

1. Apa kegiatan paling sederhana untuk anak saat Lebaran?

Jawaban: Menggambar, bermain permainan tradisional, atau menonton film bersama bisa jadi pilihan mudah.

2. Bagaimana agar anak tidak bosan saat silaturahmi?

Jawaban: Siapkan aktivitas khusus seperti permainan atau lomba agar mereka tetap terhibur.

3. Apakah anak perlu dilibatkan dalam kegiatan Lebaran?

Jawaban: Ya, melibatkan anak membuat mereka merasa dihargai dan lebih menikmati suasana.

4. Berapa lama idealnya anak bermain saat Lebaran?

Jawaban: Sesuaikan dengan kondisi anak, namun beri waktu istirahat agar tidak kelelahan.

5. Apakah kegiatan harus selalu di dalam rumah?

Jawaban: Tidak, kegiatan di luar seperti jalan sore juga bisa menjadi alternatif yang menyenangkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya