Desak Pengusutan Teror Air Keras Terhadap Andrie Yunus, Massa Aksi Jogja Gelar Unjuk Rasa

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 15 Maret 2026, 10:00 WIB
Desak Pengusutan Teror Air Keras, Massa Aksi Jogja Turun ke Jalan
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal. Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Dimas Bagus Arya menambahkan bahwa serangan penyiraman air keras itu mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh Andrie Yunus, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. KontraS menilai penyerangan terhadap aktivis Andrie Yunus merupakan upaya membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela Hak Asasi Manusia (HAM).
Seorang aktivis memegang poster saat demonstrasi mendukung Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal, Yogyakarta, 14 Maret 2026. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal. (DEVI RAHMAN/AFP)
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Tampak dalam foto, para aktivis memegang poster selama demonstrasi untuk mendukung Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal, Yogyakarta, 14 Maret 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)
Dimas Bagus Arya menambahkan bahwa serangan penyiraman air keras itu mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh Andrie Yunus, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. Tampak dalam foto, sebuah poster bergambar bunga terlihat saat demonstrasi mendukung Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal, Yogyakarta, 14 Maret 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)
KontraS menilai penyerangan terhadap aktivis Andrie Yunus merupakan upaya membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela Hak Asasi Manusia (HAM). Tampak dalam foto, seorang aktivis memegang poster saat demonstrasi mendukung Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal, Yogyakarta, 14 Maret 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya