AS Umumkan Sayembara Rp 169 Miliar untuk Informasi Lokasi Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei

Tawaran itu disampaikan melalui program Rewards for Justice milik Departemen Luar Negeri AS pada Jumat.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 14 Maret 2026, 15:46 WIB
Mojtaba Khamenei (tengah), putra Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, saat menghadiri aksi tahunan Hari Quds atau Hari Yerusalem di Teheran, Iran, pada 31 Mei 2019. (Dok. AP/Vahid Salemi)

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) mengadakan sayembara senilai 10 juta dolar AS bagi siapa pun yang memberikan informasi tentang lokasi pemimpin baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Tawaran itu disampaikan melalui program Rewards for Justice milik Departemen Luar Negeri AS pada Jumat.

"Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS (sekitar Rp 169,5 miliar) untuk informasi tentang para pemimpin kunci Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan cabang-cabang komponennya," kata RFJ dalam sebuah pernyataan, dilansir Antara, Sabtu (14/3/2026).

Selain Mojtaba Khamenei, nama yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Wakil Kepala Staf Kantor Pemimpin Tertinggi Ali Asghar Hejazi, penasihat Ali Larijani, Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni, serta Menteri Intelijen Esmail Khatib.

"Individu-individu ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen IRGC, yang merencanakan, mengatur, dan melaksanakan terorisme di seluruh dunia."

Iran Janji Balas Keras Jika AS Bunuh Mojtaba Khamenei

Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali menegaskan, Iran akan memberikan balasan keras jika Amerika Serikat berupaya membunuh Mojtaba Khamenei.

Pernyataan itu disampaikan Jalali saat ditanya mengenai kemungkinan upaya AS dan Israel menargetkan Mojtaba. Dia menegaskan bahwa serangan Iran yang terjadi saat ini merupakan bagian dari respons atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei.

"Anda sedang melihat tanggapan Iran hari ini." ujarnya

Dia menambahkan, rakyat Iran menuntut pembalasan atas kematian pemimpin mereka. Menurutnya, kemarahan publik di Iran terus memuncak sejak tewasnya Ali Khamenei. Jalali pun memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menghadapi konsekuensi berat atas peristiwa tersebut.

“Kami menginginkan pembalasan darah untuk pemimpin kami. Rakyat marah dan menuntut pembalasan atas pertumpahan darah. Amerika telah dan akan menghadapi pembalasan yang berat di masa depan,” tegasnya.

Perang AS-Israel vs Iran

Ketegangan meningkat setelah pada 28 Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan itu menimbulkan kerusakan besar, korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Sepeninggal Ali Khamenei, putranya, Mojtaba Khamenei, dipilih sebagai pemimpin baru Iran. Hingga kini, otoritas Iran belum mengumumkan perubahan lain dalam struktur kepemimpinan militer negara tersebut.

Sementara itu, AS dan Israel awalnya menyebut serangan mereka sebagai langkah “pendahuluan” untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran. Namun kemudian keduanya secara terbuka menyatakan tujuan yang lebih besar, mendorong terjadinya perubahan rezim di Iran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya