Ethereum Punya Arah Baru, Vitalik Buterin Perkenalkan EF Mandate

Ethereum Foundation meluncurkan EF Mandate sebagai panduan baru bagi ekosistem Ethereum.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 15 Maret 2026, 06:00 WIB
Aset digital kripto Ethereum (ETH). (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Ethereum Foundation (EF) secara resmi memperkenalkan dokumen baru yang disebut EF Mandate, sebuah panduan dasar yang menjelaskan arah masa depan ekosistem Ethereum.

Dikutip dari U.Today, Minggu (15/3/2026), pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, menyebut dokumen tersebut sebagai panduan penting untuk menjaga “semangat pemberontak” yang menjadi ciri khas awal jaringan Ethereum.

EF Mandate dirancang sebagai kombinasi antara konstitusi, manifesto, sekaligus pedoman operasional bagi komunitas dan pengembang di ekosistem Ethereum.

Melalui unggahannya di platform media sosial X, Buterin menjelaskan bahwa Ethereum Foundation ingin kembali menegaskan nilai dasar Ethereum sejak awal diluncurkan.

Menurutnya, jaringan blockchain tersebut tidak perlu mengikuti setiap tren yang muncul di industri kripto. Sebaliknya, Ethereum harus tetap fokus pada tujuan utamanya sebagai alat perlindungan bagi pengguna global.

Buterin juga menegaskan bahwa Ethereum Foundation memiliki peran khusus sebagai penjaga ekosistem.

“Ethereum Foundation adalah pengelola Ethereum—pengelola asli, dan saat ini pengelola yang secara khusus berdedikasi untuk menjaga serta mengembangkan aspek-aspek utama Ethereum,” jelas Buterin.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Kerangka CROPS Jadi Prinsip Utama Ethereum

Ilustrasi aset kripto Ethereum. (Foto By AI)

Dalam dokumen EF Mandate, Ethereum Foundation juga memperkenalkan kerangka kerja yang disebut CROPS.

Kerangka ini menjadi dasar prinsip yang tidak bisa ditawar bagi Ethereum. CROPS merupakan singkatan dari censorship resistance, capture resistance, open source, privacy, dan security.

Buterin menjelaskan bahwa pada tingkat protokol, Ethereum akan terus menempatkan beberapa nilai inti sebagai prioritas utama.

“Pada lapisan protokol Ethereum, kami berfokus pada desentralisasi, verifikasi yang transparan, jaminan inklusi, keberlangsungan protokol, keamanan, dan privasi sebagai prioritas utama,” ujarnya.

Selain itu, Buterin juga menekankan bahwa Ethereum tidak ingin mengikuti pendekatan sejumlah blockchain lain yang mengejar penggunaan korporasi secara cepat.

 

Kritik Buterin ke Pesaing

Ilustrasi aset kripto Ethereum. (Foto By AI)

Ia menyebut Ethereum harus mampu melewati apa yang ia sebut sebagai “walkaway test”, yakni kemampuan jaringan untuk tetap kuat meski tidak bergantung pada kepentingan bisnis tertentu.

Buterin bahkan melontarkan kritik terhadap pendekatan yang diambil sejumlah blockchain pesaing.

“‘Kami melakukan X untuk melayani kebutuhan penggunaan saat ini, dan jika nanti muncul kebutuhan baru, kami akan terus menambahkan lebih banyak EIP untuk itu’ adalah logika yang cocok bagi banyak blockchain lain yang sering Anda dengar di forum ini. Namun kami tidak percaya logika tersebut cocok untuk blockchain yang mengutamakan desentralisasi seperti Ethereum,” kata Buterin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya