Daftar 10 Saham Top Gainers 9-13 Maret 2026: Ada DUTI, RANC hingga APLN

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir 5,9% pada 9-13 Maret 2026, 10 saham ini catat kenaikan terbesar atau top gainers sepekan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 14 Maret 2026, 15:00 WIB
Di tengah koreksi IHSG sepekan, ada 10 saham masih catat kenaikan terbesar atau top gainers.(Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi pada pekan ini tepatnya 9-13 Maret 2026. Di tengah koreksi IHSG sepekan, ada 10 saham masih catat kenaikan terbesar atau top gainers.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (14/3/2026), IHSG merosot 5,91% ke posisi 7.137,21. Pada pekan lalu, IHSG terpangkas 7,89% sehingga ditutup ke level 7.585,68.

Kapitalisasi pasar saham melemah 6,96% menjadi Rp 12.678 triliun dari pekan lalu Rp 13.627 triliun. Rata-rata volume transaksi harian terpangkas 25,49% menjadi 31,55 miliar lembar saham dari 42,34 miliar saham pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI juga susut 31,54% menjadi 1,87 juta  kali transaksi dari penutupan pekan lalu 2,73 juta kali transaksi.

Selanjutnya rata-rata nilai transaksi harian BEI terpangkas 31,10% menjadi Rp 17,20 triliun dari pekan lalu Rp 24,97 triliun.

Pada pekan ini, seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham infrastruktur turun 8,23%, dan catat penurunan terbesar. Diikuti sektor saham consumer siklikal merosot  8%, dan sektor saham energi terpangkas 7,56%.

Sementara itu, sektor saham basic materials melemah 7,52%, sektor saham industri turun 6,45%, dan sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 4,5%. Selanjutnya sektor saham perawatan kesehatan melemah 3,33%, sektor saham keuangan susut 1,9% dan sektor saham properti dan real estate merosot 5,41%. Lalu sektor saham teknologi terpangkas 3,27% dan sektor saham transportasi dan logistik turun 5,96%.

Di tengah koreksi IHSG, ada 10 saham yang catat kenaikan terbesar atau top gainers antara lain:

1.PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) melonjak 65,15% menjadi Rp 1.090 per saham dari pekan lalu Rp 660 per saham.

2.PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) melonjak 43,09% menjadi Rp 178 per saham dari pekan lalu Rp 123 per saham.

3.PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) melonjak 36,27% menjadi Rp 139 per saham dari pekan lalu Rp 102 per saham.

4.PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) melonjak 26,75% menjadi Rp 4.880 per saham dari pekan lalu Rp 3.850 per saham.

5.PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) melonjak 25,97% menjadi Rp 97 per saham dari pekan lalu Rp 77 per saham.

6.PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) melonjak 18,87% menjadi Rp 630 per saham dari pekan lalu Rp 530 per saham.

7.PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) melonjak 17,27% menjadi Rp 645 per saham dari pekan lalu Rp 650 per saham.

8.PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melonjak 17,19% menjadi Rp 150 per saham dari pekan lalu Rp 128 per saham.

9.PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) melonjak 17,09% menjadi Rp 274 per saham dari pekan lalu Rp 234 per saham.

10.PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) melonjak 12,94% menjadi Rp 5.500 per saham dari pekan lalu Rp 4.870 per saham.

 

IHSG Sepekan Anjlok 7,89%, Ini Penyebabnya

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham 2-6 Maret 2026. IHSG sepekan tersungkur didorong sejumlah sentimen dari internal dan eksternal terutama ketegangan konflik di Timur Tengah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (7/3/2026), IHSG sepekan tersungkur 7,89% sehingga ditutup ke level 7.585,68. Koreksi IHSG ini lebih besar dibandingkan pekan lalu. IHSG turun 0,44% menjadi 8.235,48 pada pekan lalu. Kapitalisasi pasar turun 7,85% menjadi Rp 13.627 triliun dari Rp 14.787 triliun pada pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG merosot 7,89% selama sepekan didorong sejumlah faktor. Pertama, eskalasi konflik Timur Tengah dan kecenderungannya meluas. Kedua, ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran sehingga mengakibatkan suplasi menipis dan harga minyak mentah menguat.

"Ketiga ada downgrade untuk outlook Indoensai dari lembaga pemeringkat asing,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sentimen IHSG Lainnya

Pekerja tengah melintas di bawah layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Selasa (16/5/2023). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, rata-rata frekuensi harian BEI merosot 7,33% sebesar 2,73 juta kali transaksi dari 2,95 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian BEI anjlok 16,64% menjadi Rp 24,97 triliun dari Rp 29,95 triliun pada pekan lalu.

Kemudian rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini tersungkur 17% menjadi 42,34 miliar saham dari 51,02 milair saham pada pekan lalu. Namun, investor asing mencatatkan aksi beli saham Rp 2,22 triliun pada pekan ini. Pekan lalu, investor asing beli saham Rp 4,90 triliun.

Pada pekan depan, Herditya menuturkan, IHSG masih rawan koreksi dengan level support 7.481 dan level resistance di 7.727. Selama sepekan ke depan, IHSG akan dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, masih seputar konflik Timur Tengah yang akan mempengaruhi pergerakan harga komoditas terutama minyak mentah dan emas. Kedua, rilsi data inflasi China dan Amerika Serikat (AS) kemudian disusul data Produk Domestik Bruto (PDB) AS dan pekerjaan AS.

“Ketiga, mendekati momentum Lebaran, di mana diperkirakan terjadi aksi profit taking dahulu,” ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya