Liputan6.com, Jakarta - Tim di balik memecoin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempromosikan acara gala kedua terkait dengan kepemilikan token resmi TRUMP. Kali ini menawarkan ke konferensi dan makan siang di Mar-a-Lago.
Mengutip the block, Jumat (13/3/2026), sebuah unggahan pada Kamis pekan ini dari akun TrumpMeme di platform X dahulu bernama Twitter mengiklankan apa yang disebutnya sebagai konferensi kripto dan bisnis paling eksklusif di dunia. Kegiatan itu dijadwalkan pada 25 April di klub pribadi Trump di Palm Beach, Florida.
Advertisement
Menurut situs web acara tersebut, undangan akan diberikan kepada 297 pemegang token TRUMP teratas berdasarkan papan peringkat yang melacak kepemilikan rata-rata tertimbang waktu peserta di Robinhood antara 12 Maret dan 10 April.
29 pemegang teratas juga dijanjikan akses ke resepsi VIP terpisah dan pesta sampanye dengan Trump dan tamu istimewa lainnya yang belum disebutkan namanya.
Acara ini diselenggarakan oleh Fight Fight Fight LLC, entitas di balik memecoin tersebut. Sebuah pernyataan di situs web menyebutkan Trump hadir di konferensi tersebut sebagai tamu dalam kapasitas pribadinya dan tidak akan ada pertemuan pribadi dengan presiden.
Token TRUMP sempat naik sekitar 3% hingga sedikit di atas USD 3 setelah pengumuman tersebut sebelum turun kembali ke sekitar USD 2,96. Sebelumnya pada Kamis, token tersebut mencapai titik terendah sepanjang masa di dekat USD 2,75, menurut data harga The Block.
TRUMP turun sekitar 96% dari puncaknya di dekat $74 tak lama setelah diluncurkan pada awal 2025.
Promosi baru ini menggemakan acara serupa tahun lalu di mana para pemegang memecoin teratas diundang ke makan malam di Trump National Golf Club di luar Washington, D.C., pada Mei.
Acara tersebut menuai kritik dari anggota parlemen Demokrat dan kelompok pengawas yang berpendapat bahwa hal itu berisiko memungkinkan investor kaya, termasuk aktor asing, untuk membeli akses ke presiden.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Token TRUMP Melejit, Investor Raup Untung Rp 24 Miliar di Tengah Gejolak Pasar Kripto
Sebelumnya, pasar kripto kembali ramai diperbincangkan setelah muncul investor baru yang membeli token TRUMP di jaringan Solana dan berhasil meraih keuntungan belum terealisasi lebih dari USD 1,5 juta atau sekitar Rp 24 miliar (estimasi kurs Rp 16.632 per USD.
Aksi ini dilakukan melalui platform perdagangan Hyperliquid, di tengah volatilitas tinggi pasar aset digital. Transaksi besar tersebut langsung menarik perhatian analis karena diduga berkaitan dengan aktivitas “whale” atau pemain besar yang bisa memengaruhi stabilitas harga.
Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (30/10/2025), dalam laporan blockchain, pembelian besar ini terkait dengan mantan CEO BitForex, Garrett Jin, yang disebut memiliki keterkaitan dengan dompet (wallet) yang mengakumulasi token TRUMP dalam jumlah besar.
Langkah ini menambah spekulasi bahwa aktivitas spekulatif dan potensi insider trading kembali memanas di pasar kripto, terutama pada ekosistem Solana dan token bertema meme (meme coins) yang kerap menunjukkan lonjakan harga mendadak.
Dompet Terkait Garrett Jin Borong Token TRUMP Senilai USD 1,4 Juta
Data terbaru mencatat bahwa wallet yang dikaitkan dengan Garrett Jin telah membeli 165.401 token TRUMP senilai sekitar USD 1,4 juta (Rp 22,8 miliar) menggunakan 5.346 token SOL pada 29 Oktober lalu.
Meski demikian, Garrett Jin membantah keterlibatan langsung dalam transaksi tersebut. Ia menegaskan bahwa dana yang digunakan bukan miliknya pribadi, melainkan milik kliennya. Setelah pernyataannya ramai diperbincangkan di X (Twitter), Jin kemudian menghapus unggahannya.
Aktivitas ini memicu kekhawatiran di kalangan analis terhadap tingginya volatilitas pasar Solana dan Hyperliquid, di mana lonjakan transaksi semacam ini dapat menyebabkan fluktuasi harga ekstrem hingga risiko likuidasi besar-besaran bagi trader lain.
Dalam waktu bersamaan, pasar kripto global juga tengah bergejolak akibat pengumuman kebijakan tarif baru oleh Donald Trump, yang turut memengaruhi likuiditas dan penilaian aset digital.