13 Maret 2018: Donald Trump Pecat Menlu AS Rex Tillerson Lewat Twitter

Bagaimana cuitan Trump di Twitter saat memecat Tillerson? Berikut selengkapnya.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 13 Maret 2026, 06:00 WIB
Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson (kiri) bersama dengan Presiden Donald Trump. (Dok. AP/Evan Vucci)

Liputan6.com, Washington, DC - Dalam sebuah langkah yang mengguncang tatanan diplomatik Amerika Serikat (AS), Presiden Donald Trump secara resmi memberhentikan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson pada Selasa, 13 Maret 2018, pagi. Pengumuman tersebut disampaikan secara singkat melalui Twitter pada pukul 05.44 waktu setempat, menandai berakhirnya masa jabatan mantan CEO ExxonMobil itu setelah lebih dari satu tahun menjabat.

Sebagaimana dilaporkan The New York Times, Trump dalam cuitannya menyatakan bahwa direktur CIA saat itu, Mike Pompeo, akan menggantikan posisi Tillerson sebagai menteri luar negeri.

"Mike Pompeo, Direktur CIA, akan menjadi Menteri Luar Negeri yang baru. Ia akan melakukan pekerjaan yang luar biasa. Terima kasih kepada Rex Tillerson atas pengabdiannya,"  tulis Trump saat itu.

Namun di balik ucapan terima kasih itu, proses pergantian jabatan itu berlangsung dengan cara yang tidak lazim dalam tradisi pemerintahan AS. The Atlantic mencatat bahwa Tillerson tidak diberitahu secara langsung oleh presiden mengenai pemecatan tersebut.

Saat pengumuman itu muncul, Tillerson sedang berada di tengah tur diplomatik di Afrika. Ia kembali ke Washington setelah mempersingkat kunjungannya.

Beberapa jam setelah pengumuman itu, Trump menjelaskan keputusannya kepada wartawan di Gedung Putih. Seperti dikutip BBC News, Trump mengatakan bahwa perbedaan pandangan kebijakan antara dirinya dan Tillerson telah berlangsung cukup lama, terutama terkait kesepakatan nuklir Iran (JCPOA).

Trump menganggap JCPOA sebagai perjanjian buruk yang harus dibatalkan, sementara Tillerson mendesak untuk tetap bertahan guna mengawasi aktivitas nuklir Iran dan menjaga hubungan dengan sekutu Eropa.

"Kami memiliki pemikiran yang berbeda," kata Trump kepada wartawan, sembari menambahkan bahwa dirinya merasa memiliki 'chemistry' yang lebih kuat dengan Pompeo.

Ketegangan yang Terakumulasi

Hubungan antara Trump dan Tillerson memang telah lama dilaporkan mengalami ketegangan. Sejak awal masa jabatannya sebagai menteri luar negeri pada 2017, Tillerson kerap berada pada posisi yang tidak sejalan dengan pernyataan publik presiden.

Menurut analisis CNN, perbedaan pendekatan keduanya terlihat dalam berbagai isu global, mulai dari krisis diplomatik di kawasan Teluk hingga strategi menghadapi Korea Utara.

Dalam beberapa kesempatan, Trump secara terbuka meremehkan upaya diplomatik Tillerson. Pada Oktober 2017, misalnya, Trump menulis di Twitter bahwa Tillerson "membuang-buang waktunya" mencoba membuka jalur komunikasi dengan pemimpin Korea Utara. Pernyataan itu dipandang banyak pengamat sebagai langkah yang melemahkan otoritas diplomatik menteri luar negeri di panggung internasional.

Ketegangan internal tersebut semakin menjadi sorotan setelah laporan The Washington Post mengungkap bahwa Tillerson secara pribadi pernah menyebut Trump sebagai "moron" setelah sebuah pertemuan di Pentagon pada musim panas 2017. Meski Tillerson tidak pernah secara eksplisit membantah kutipan tersebut, laporan itu diyakini memperlebar jarak antara keduanya.

Efek Domino

Pemecatan Tillerson segera memicu dampak lanjutan di Kementerian Luar Negeri AS. Tak lama setelah pengumuman tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Publik dan Diplomasi Publik Steve Goldstein juga diberhentikan dari jabatannya.

Seperti dilaporkan Associated Press, Goldstein sebelumnya merilis pernyataan yang menyebut bahwa Tillerson tidak mengetahui alasan pemecatannya dan baru mengetahui kabar tersebut melalui Twitter. Pernyataan itu bertentangan dengan narasi Gedung Putih yang menyatakan bahwa proses pergantian telah dibahas sebelumnya.

Tillerson akhirnya secara resmi meninggalkan jabatannya pada 31 Maret 2018, membuka jalan bagi Pompeo untuk mengambil alih kepemimpinan diplomasi AS.

Simbol Gaya Kepemimpinan Trump

Pergantian menteri luar negeri ini kemudian tercatat sebagai salah satu reshuffle kabinet paling tidak konvensional dalam sejarah modern AS. Cara pengumuman yang dilakukan melalui media sosial, tanpa komunikasi langsung dengan pejabat yang bersangkutan, menimbulkan kritik dari berbagai kalangan di Washington.

Bagi banyak pengamat politik, peristiwa ini mencerminkan gaya kepemimpinan Trump yang disruptif—sering kali mengabaikan protokol pemerintahan tradisional dan memilih pendekatan komunikasi langsung kepada publik.

Lebih dari sekadar pergantian pejabat kabinet, pemecatan Tillerson menjadi gambaran bagaimana dinamika kekuasaan di era Trump kerap berlangsung di luar pola birokrasi yang selama puluhan tahun menjadi fondasi diplomasi AS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya